28 - Anugrah dan Dendam

985 71 4
                                        

Hi, good evening all❤️

Balik lagi dengan ugly rabbit

Kisah Jungkook si kelinci yang keluar dari persembunyian dan mencoba menghadapi dunia sendirian,

Emang bisa?

Emang kuat?

Apapun itu semoga bisa bertahan sampai ditujuan.

Happy reading

-

28. Anugrah dan Dendam

Jungkook membuka matanya perlahan, ia memegang pundak spontan karena terasa pegal, pun dengan tangannya yang kebas. Berapa lama ia tertidur?  Ia melirik jam dinding yang berada didepan, pukul 4.

Apa ini jam 4 pagi? Selama itu ia tertidur?

Lalu ekstensinya dikejutkan keberadaan Donghae yang entah sejak kapan berada di samping ia tertidur. Donghae hanya duduk di sofa dan menatap Jungkook dengan diam, hal itu membuat dirinya takut, sepertinya Jungkook telah melewatkan sesuatu.

"Sudah enakan badannya?" Tanya Donghae memecah keheningan pagi buta kala itu.

"Appa sejak kapan ada disini?"

"Appa tanya, sudah enakan belum badannya?"

"Sudah mendingan kok Appa, aku terlalu banyak istirahat kayaknya,"

Detik itu, Jungkook baru sadar kalau ia lupa untuk menemui Han di Club seperti yang ia lakukan di hari-hari sebelumnya. Apa Donghae akan memarahinya dan mengutuk Jungkook sebagai anak yang tidak tahu diri.

Sejujurnya, Jungkook ingin terbebas dari kekangan Donghae dan menjalani hidup dengan normal seperti orang-orang pada umumnya. Tapi ia tidak berdaya, bukan karena Jungkook lemah, tetapi ia tidak mau kehilangan sosok Appa yang sudah ia damba bertahun-tahun lamanya. Jungkook pikir dengan menuruti perintah Donghae, ia akan mendapat predikat anak yang baik karena sudah menyelamatkan Appa-nya dari ancaman Han. Meskipun timbal balik terhadap dirinya sangat melukai mental dan pikiran. Jungkook membiarkan orang lain menyentuh tubuhnya dengan cuma-cuma. Demi tuhan itu sangat menyakiti mentalnya.

"Appa kenapa gak bangunin Koo? Bagaimana dengan perjanjian pak Han itu, dia tidak macam-macam sama Appa kan karena aku tidak datang semalam? Sumpah aku benar-benar lupa dan keenakan tidur, harusnya Appa bangunin aku,"

Jungkook tidak takut jika Han akan menghukumnya, ia hanya takut melampiaskan kemarahannya pada sang Appa. Seburuk apapun Donghae, Jungkook tetap menyayanginya, sangat menyayanginya  lebih dari kasih sayang ia terhadap Jeon Luhan. Karena keduanya jelas sangat berbeda dimata Jungkook.

Bukannya merespon sang anak, Donghae justru bangkit dan mengambil mangkuk di atas meja.

"Makan sup daging ini dan minum obatmu, mungkin sup nya sudah dingin soalnya apa hangatkan tadi jam 10, takut kamu kebangun tengah malam,"

Jungkook begitu keheranan dengan perlakuan Donghae yang mendadak peduli seperti ini. Ini adalah keinginan Jungkook sewaktu kecil, mendapatkan sedikit perhatian dari seorang Appa, sesederhana menyuruh makan dengan nada bicara rendah, dan Donghae sudah berhasil mengabulkan impiannya itu.

Donghae sebenarnya pria yang baik, jauh sebelum mengenal cinta dan terjun ke dunia kerja, ia sangat terlampau baik. Jauh dari kata nakal. Namun ada satu dua hal yang membuat ia sekarang menjadi pecandu judi slot dan menghabiskan setiap malamnya di tempat remang-remang.

Ugly rabbit - taekookTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang