70 - Ayo Kita Putus

476 58 15
                                        

"Sayang , mau mampir restoran dulu atau take away aja?"

....

"Take away aja deh, aku takut kamu gak kuat kalo ditempat umum. Kita makan di apartemen aja ya."

....

"Oh iya, pernikahan kita dipercepat satu bulan dari sekarang. Appa juga udah sebar undangan, katanya lebih cepat lebih baik. "

Jungkook menoleh sekilas saat pada Taehyung,  lalu kembali memalingkan wajah menghadap jendela mobil dan menatap lampu-lampu kota sepanjang jalan.

Jungkook bergeming.

Mereka baru saja pulang dari rumah sakit setelah memeriksa keadaan Jungkook,  dan dokter hanya memberikan resep obat serta wejangan untuk tidak mengkonsumsi minuman jika dirasa tubuh tidak kuat. Efek minuman sangat berbahaya dan bisa saja menghancurkan organ dalam apabila imun tubuh kita tidak terbiasa mengenal alkohol,  dan itulah mengapa Jungkook sampai demam padahal hanya menagak dua gelas whiskey.

Jungkook sudah terbangun sejak dokter memeriksa keadaannya, namun hingga di perjalanan pulang kini ia enggan membuka suara, membiarkan Taehyung berbicara sendiri.

Tangan kiri Taehyung meraih tangan Jungkook dengan hati-hati, membuat yang termuda menegang dengan tatapan terus mengarah jendela. Ngambek.

"Please say something. Jangan diemin aku kayak gini sayang," lirih Taehyung sembari fokus menyetir.

"Aku minta maaf soal pagi hari tadi. Aku gak bermaksud inget sama Lea. Kamu boleh marahin aku sepuasnya,  kamu boleh pukul aku ribuan kali. Tapi jangan diemin aku kayak gini sayang, it hurts me."

Jungkook menarik tangannya dari genggaman Taehyung saat mendengar nama Lea. Jujur ia cemburu, sangat cemburu.  Meskipun sosok itu sudah tiada, tetapi mengapa hatinya berkobar tidak terima saat mengetahui Taehyung masih mencintainya. Apa se-dahsyat itu efek Lea bagi kehidupan Taehyung?

"Aku tau aku salah, tapi kamu harus percaya kalau dihati aku sekarang yang ada hanya nama kamu sayang, gak ada yang lain. Lea cuma bagian masa lalu aku, gak ada sangkut pautnya sama hubungan kita yang sekarang. Kamu jangan percaya sama omongan orang-orang tentang Lea. Kamu hanya perlu percaya sama aku aja, jangan yang lain."

Masih tak ada respon, entah apa yang ada dibenak yang termuda itu saat ini, membuat Taehyung uringan-uringan ditempat kemudi. Bahkan Jungkook tidak bertanya darimana luka luka yang terdapat diwajah Taehyung. Jungkook penasaran, tapi dia lagi marah.

Mobil Ferrari yang mereka tumpangi berhenti disebuah restoran, lalu Taehyung melepaskan seatbelt-nya. "Aku mau beli makanan dulu, kamu tunggu disini bentar ya, aku gak lama."

Taehyung hanya menghela nafas, lalu keluar dari mobil dan segera memesan makanan lebih banyak dari biasanya. Ia tahu jika perut Jungkook belum menyentuh makanan sedari pagi, jadi ia ingin menyenangkannya kali ini.

Tak lama, Taehyung kembali kedalam mobil dengan tiga kantong besar berisi makanan, dia menaruhnya dikursi bagian belakang, lalu kembali melakukan perjalanan.

"Dingin gak sayang? AC-nya aku matiin aja ya," meskipun tidak ada jawaban, Taehyung tetap mematikan AC karena mengingat Jungkook tengah sakit. "Masih pusing gak? Nanti aku elus-elus deh keningnya sampe kamu tidur."

'GAK PERLUUUU' batin Jungkook.

Jungkook merasa semua perhatian yang Taehyung berikan bukanlah tertuju padanya,  melainkan untuk pacar pertamanya, yaitu Lea. Jungkook masih sakit hati saat mendengar perkataan Taehyung di balkon, bisa-bisanya dia bilang mencintai Lea disaat sebentar lagi akan menikahi dirinya. Jungkook merasa di permainkan. Ditambah ucapan Yoongi di club membuatnya semakin yakin jika Taehyung tidak sepenuhnya mencintai dirinya. Taehyung mencintai Jungkook karena Jungkook mirip dengan Lea. Miris. Memangnya Jungkook apaan, dijadikan pelampiasan karena wajahnya mirip dengan seseorang di masalalu.

Ugly rabbit - taekookCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang