62 - Awal yang Bahagia

330 33 0
                                        

"Will you marry me?"

Terkejut bukan main, pasalnya ini terlalu mendadak untuk seorang Jungkook dapatkan. Yang lulus sidang siapa, yang mendapat kejutan siapa.

Namun jujur. Jungkook terharu dengan segala sikap Taehyung yang ia terima. Kasih sayang yang tidak pernah ia dapatkan sejak kecil, kini semuanya terwujud bagaikan mimpi. Dan itu semua berkat Taehyung.

Menikah? Bahkan Jungkook tidak kepikiran akan melakukan Hal itu di masa depan. Hidupnya sudah terlalu rumit, jadi bagaimana kedepannya,  ia hanya pasrah dan menjalani saja.

Haruskah ia menerima dan memulai hidup baru bersama Taehyung? Meskipun perasaan tidak berbohong jika ia benar-benar  mencintainya, tetapi di otaknya sedikit ada perlawanan yang membuat bimbang dan ragu.

"Sayang, kaki aku kesemutan. Jadi, apa jawabannya?"

Jungkook tersadar dari lamunan, melirik Taehyung dengan posisi masih berlutut, ditangannya menunjukan sebuah cincin perak yang sudah terdapat nama Jungkook didalamnya.

Nafasnya seakan tercekat kala ingin mengeluarkan suara. "T-taehyung.. kamu, kamu serius? Atau ini cuma nge prank?"

"Aku beli cincin ini di Berlin, terus aku bawa ke Roma untuk mengukir nama kamu didalamnya. Saat di perjalanan sempet tertahan bea cukai dan aku harus bayar 75 juta untuk menebusnya. Menurut kamu, apa itu tidak membuktikan kalau aku serius?" Taehyung menjabarkan secara rinci, sesuatu yang seharusnya tidak perlu diberitahu, tetapi karena sang kekasih terlihat ragu,  jadi apa salahnya sedikit menyombongkan diri.

Jungkook semakin terkejut mendengar penuturan Taehyung.  "Kamu gak perlu segitunya Taehyung. "

"Kenapa? Ini gak seberapa asal kamu tau. Bahkan aku sanggup menguras lautan jika kamu bertanya tentang keseriusanku." Percayalah, ia mengatakan itu disaat kakinya kesemutan dan mati-matian menahannya.

"Kalo aku suruh kamu borong semua labubu yang ada di muka bumi, kamu sanggup?"

"Jangankan labubu, semua jenis boneka aku samggup beli buat kamu."

Jungkook terkekeh pelan, lalu menarik tangan Taehyung untuk berdiri. "Hm, iya percaya. Sini bangun, katanya kesemutan."

Benar saja, kaki sebelah kiri Taehyung terasa kebas akibat terlalu lama menukik. Namun ia tidak terlalu memikirkan Hal itu, karena Hal penting baginya sekarang ialah sebuah jawaban dari mulut Jungkook.

"Aku ulang sekali lagi. Will you marry me, Lee Junkoo?"

Jungkook berdebar dengan kencang, padahal hatinya sudah berteriak dengan lantang  jika ia mengatakan iya, tetapi kenapa sulit sekali itu terucap.

"Jawaban cuman ada dua, iya atau mau," lanjut Taehyung.

"Loh kok gitu sih, curang."

"Emang kamu mau jawab selain dari itu?"

Jungkook meneguk salivanya. Semakin manahan nafas.

"Aku memang belum bisa buat kamu bahagia,  aku juga bukan manusia sempurna. Tetapi kamu harus tau sebesar apa cinta aku dan seluas apa kasih sayang aku. Aku mau di hari ini dan seterusnya kita akan terus sama-sama, berjalan beriringan bergandengan tangan. Apapun yang terjadi suatu saat nanti, yang harus kamu ingat yaitu Kim Taehyung mencitai Lee Junkoo, tidak ada yang lain.

"Izinkan aku menebus semua dosa aku dengan cara membahagiakan kamu sekuat yang aku bisa. Izinin aku memperbaiki semuanya dengan kamu yang sudah terikat dengan aku sepenuhnya.  Karena rasa takut itu sungguh besar, ketakutan aku untuk kehilangan kamu. Jadi izinin aku milikin kamu seutuhnya sayang. Ayo kita menua bersama sampai hari dimana Tuhan yang memisahkan kita, sampai masanya berakhir dan sampai mataharitidakberadapada porosnya."

Ugly rabbit - taekookTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang