"Kita harus gerak cepat. Jangan sampai Daehi berhasil menurunkan semua kekuasannya kepada Taehyung."
Pria dengan usia memasuki kepala empat itu duduk sofa ruang kerjanya. Pakaian formal yang dibalut has hitam membuat kharisma kepemimpinan nya menguar kuat.
"Kamu bilang akan bantu Appa. Tapi sampai sekarang kamu gak gerak sama sekali. Apa saja yang kamu lakukan selama ini?" Lanjutnya menatap anak semata wayangnya itu.
"Taehyung itu susah di tebak, dad. Aku gak tau dimana dia nyembunyiin barang bukti." Ucap Mingyu yang berdiri di dekat jendela.
"Aku yakin Taehyung tidak akan mudah memberikan barang bukti meskipun nyawa taruhannya. Tapi dia tidak akan membiarkan orang yang dicintainya terluka sedikit pun. Jadi aku hanya perlu menemukan kelemahan itu untuk memancing kemarahan Taehyung." Lanjut Mingyu menyeringai.
Kim Hyun Bin-Ayah Mingyu mengangguk setuju. Tetapi tak lama dia menyela. "Tapi waktu kita gak banyak. Daehi akan segera melakukan rapat besar untuk pengalihan pemegang saham. Jika kita terlambat, maka kita gagal."
"Daddy tenang saja. Aku sudah mengetahui kelemahan Taehyung." Ucap Mingyu percaya diri dengan tangan bersilang dada.
"Kalau begitu gerak cepat. Jangan menunda-nunda waktu lagi." Seru Hyun Bin tidak sabar. "Ingat. Kita memiliki hak di perusahaan itu. Jangan sampai mereka menguasai semuanya tanpa menyisakan sedikitpun untuk keluarga kita."
Mingyu berjalan dengan tenang lalu duduk di sebrang Hyun Bin. Wajahnya tersenyum licik seolah dia siap bertempur. "Tunggu sampai Taehyung keluar dari rumah sakit. Setelah itu aku bisa menaruh umpan dengan leluasa. Jika itu sudah terjadi. Aku pastikan perusahaan akan jatuh ke tangan Daddy."
Hyun Bin ikut tersenyum miring. Menatap anaknya penuh bangga. Tidak sia-sia dia melatih mental Mingyu agar sekuat baja.
Sejak kecil Mingyu selalu kalah dari Taehyung dalam merebut perhatian kakeknya. Ketika Taehyung mendapatkan peringkat sekolah, maka sang kakek akan memberikannya hadiah. Selalu seperti itu. Tidak seperti Mingyu yang memiliki otak pas pasan. Jarang sekali di beri pujian apalagi hadiah. Yang ada dirinya selalu dibandingkan dengan Taehyung yang serba bisa. Dari situ Mingyu tidak suka datang keacara keluarga besar, karena menurutnya itu hanya ajang untuk menyombongkan diri. Dan orang sepertinya akan menjadi bahan tertawaan om dan tantenya.
Puncaknya, saat sang kakek mewariskan perusahaan keluarganya hanya kepada Daehi. Padahal Hyun Bin juga anaknya, tetapi dia tidak dikasih satu persen pun. Alasan kakek Kim melakukan itu katanya karena Hyun Bin merupakan anak dari istri keduanya. Sedangkan Daehi adalah anak dari istri pertama.
Perusahaan Kim sudah berdiri sejak lama. Dan yang pertama kali membangun itu adalah pihak keluarga istri pertama kakeknya. Dan kakek Kim hanya meneruskan bisnis yang sudah berjalan. Dari wasiat sang buyut tertulis jika hak waris perusahaan harus diberikan kepada turunan sedarah dan sedaging. Itu sebabnya kenapa Hyun Bin tidak mendapatkan bagian di perusahaan Kim, karena dia bukan keturunan dari Ibunya Daehi.
Meskipun begitu, Hyun Bin tetap mendapatkan jatah warisan. Yaitu sebuah perusahaan kecil yang masih tahap berkembang, belum sebesar Perusahaan Kim yang kini menjulang kesuksesan. Tentu Hyun Bin merasa iri, menganggap ayahnya tidak adil dalam membagi hak waris. Dan dengan rasa sakit hati yang ia miliki, dia berjanji akan merebut apa yang seharusnya dia dapatkan.
Rasa dendam itu akan terus mengalir dalam darahnya. Membuat kebencian semakin mengeruak tidak sabar melihat saudaranya hancur. Dan dengan dibantu sang putra kesayangan, dia yakin bisa menumbangkan raja bisnis yang sekrang sedang naik daun.
"Lakukan apa saja sesuka hatimu. Daddy percaya dan menyerahkan semua tugas kepadamu. Ingat, jangan kecewakan Daddy."
"Trust me, dad. Kali ini aku tidak mau kalah. Kalaupun aku gagal mendapatkan bukti, setidaknya Taehyung harus menderita di sepanjang hidupnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Ugly rabbit - taekook
FanfictionKetika hidup dipenuhi dengan dendam. Merekapun saling memberi luka dan menoreh kenangan buruk tidak berujung. Pantaskah pendosa seperti mereka mendapatkan kebahagiaan? SLOW UPDATE~ TW: - BXB - Angst - Bahasa non-formal - cursing dimana-mana
