Jungkook berjalan keluar saat kelas sudah berakhir. Tangan kanannya memegang ransel yang ia sampirkan di pundak dengan senyuman yang tak luput sedari tadi. Ia bahkan mengabaikan orang-orang yang berjalan di lorong kampus, yang ada dipikirannya kini hanyalah seseorang yang beberapa waktu lalu mengirim pesan.
[Selesai kelas, aku tunggu di luar kampus aja ya, hari ini kita jadwal fitting baju.]
Jadi itu alasan mengapa Jungkook terlihat bahagia sekali. Setelah Taehyung melamarnya tempo hari, mereka langsung meminta restu orangtua dan menetapkan tinggal pernikahan dua bulan dari sekarang, tepatnya seminggu setelah Taehyung wisuda.
Bukannya Jungkook baru akan menginjak semester 3, kenapa memutuskan menikah terlalu cepat? Ya, jawabannya karena Taehyung tidak mau menunda-nunda kesempatan emas ini. Taehyung takut jika suatu saat nanti Jungkook-nya akan pergi meninggalkan dirinya begitu saja, apalagi sebentar lagi ia akan wisuda. Setelah hari itu, masa menjadi mahasiswa sudah habis, itu artinya Taehyung tidak bisa mengawasinya dengan leluasa. Jika statusnya sudah me jadi suami, rasa takut itu akan sedikit berkurang, setidaknya Jungkook akan kembali pulang ke rumah dimana ada ia didalamnya.
Taehyung sengaja menunggu di luar kampus karena memang sudah tidak memiliki jadwal kelas, ia hanya tinggal menunggu wisuda dan setelah itu ia lulus, menyandang gelar sarjana S1.
"Junkoo!"
Jungkook berhenti saat mendengar seseorang yang memanggilnya. Kepalanya berputar ke arah belakang, melihat Yugeom, Bam Bam, dan Eunwoo berjalan kearahnya.
Ketiganya berjalan santai, menghampiri teman yang akhir-akhir ini jarang berkumpul dengan alasan ingin menemui Taehyung.
"Ngafe yuk, lo gak ada kelas lagi kan?" Ucap Bam Bam sembari merangkul Jungkook dengan santai.
"Iya, dua minggu ini lo susah banget diajak main, sibuk banget kayaknya. Tapi khusus hari ini, lo sama kita-kita lah, gak bosen emangnya pacaran tiap hari?" Yugeom ikut menimpali. Entah kenapa, ia selalu sensi terhadap Taehyung.
"Bilang aja cemburu soalnya Junkoo bentar lagi mau nikah." Sahut Eunwoo santai dengan tangan dimasukan kedalam saku.
"Ngomong apaan sih, Nu? Gak usah ngarang deh lo,"
"Alah, keliatan dari muka lo setiap kali liat bang Taehyung, kayak lagi nahan boker, apalagi kalo bukan cemburu. Lagian, Lo itu terlalu gerak lambat untuk Taehyung yang satset." celetuk Bam Bam yang akhirnya mendapat pukulan dikepalanya.
"Bisa gak sih gak usah buat gue malu di depan Junkoo? Dia udah punya bang Taehyung, jangan sampe gue di geprek gara-gara naksir doi dia," Yugeom memang menyukai Jungkook sejak pertama kali bertemu, namun ia harus mengurungkan niat saat tau lawannya adalah Taehyung. "Kita kesini mau ngajak Junkoo main, kenapa bahas yang gak penting."
"Eh iya, gimana Koo?" Bambam kembali melirik Junkoo yang masih ia rangkul. "Nongki lah nongki, "
Jungkook bingung harus menjawab apa. Bukannya ia ingin menolak ajakan temannya untuk kesekian kali, tetapi fitting baju jauh lebih penting untuk sekarang.
"Duh, gimana ya," Jungkook menggaruk rambutnya yang tak gatal.
"Kenapa? Bang Taehyung lagi?"
Jungkook mengangguk. "Tapi kali ini emang ada acara penting, gak bisa ditinggalin,"
Eunwoo menaikan sebelah alisnya. "Acara penting apa?"
"Fitting baju,"
"SUMPAH? Jadi lo beneran mau nikah sama Bang Taehyung? Omo omo omo, anak seimut lo mau ngelangkahin kita omaigat. Jangan lupa undang-undang ya, kalo boleh gue yang jadi groosmaid nya, ya ya ya," seru Bambam heboh sambil memegang kedua pundak Junkoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ugly rabbit - taekook
FanfictionKetika hidup dipenuhi dengan dendam. Merekapun saling memberi luka dan menoreh kenangan buruk tidak berujung. Pantaskah pendosa seperti mereka mendapatkan kebahagiaan? SLOW UPDATE~ TW: - BXB - Angst - Bahasa non-formal - cursing dimana-mana
