39 - Malam Paling Buruk
TW// Suicide, mention death, rape!
[ Pukul 15.06 ]
Kelas terkahir sudah selesai, sekarang tiga sekawan itu berjalan beriringan menuju parkiran dan akan segera meninggalkan area kampus.
Taehyung berjalan memimpin menampilkan aura ketampanan yang mampu menyihir siapapun yang melihatnya. Sedangkan kedua temannya asik bersenda gurau sambil mengekor dibelakang.
Saat memasuki parkiran, seseorang yang sedang bersandar pada jok motor mengalihkan perhatiannya.
"Jadi begini kelakuan ketua BEM Hybe, doyan masuk lobang sana sani,"ujar lelaki itu sengaja memancing orang yang baru saja melewatinya.
Taehyung yang terganggu dengan perkataan itu sontak berbalik dan menghampiri lelaki yang setia pada motornya itu. Jimin dan Hoseok pun sepertinya terpancing emosi.
"Coba ulangi lagi perkataan lo," tantang Taehyung berdiri satu langkah dari orang itu, tangannya dimasukkan kedalam saku celana dengan santai.
"Selain tolol, lo juga budeg ya ternyata,"
"Lo apaan sih Jaehyun cari gara-gara mulu sama Tae, kurang kerjaan apa gimana?" Ucap Jimin ikut menimpali.
Ya, lelaki yang sedang bersender pada motor itu adalah Jaehyun. Tangannya melingkar di dada tidak merasa takut dengan tiga orang yang memandangnya tidak suka.
"Siapa yang nyari gara-gara, gue bicara fakta kok, temen lo ini doyan ngewe gak tau tempat. Lo pikir waktu ngewe sama Jungkook di toilet kampus gak ada yang tau? Semua orang juga tau tolol. Cuman ya yang kesebar pas ngewe sama mantan doang, ups." Ujar Jaehyun dengan tenang namun mampu menciptakan peperangan.
Taehyung yang geram langsung menghadiahkan tonjokan pada hidung mancung Jaehyun.
Bugh
"Jaga mulut lo brengsek! Gue gak kayak yang lo bilang, setan!" Pekik Taehyung dengan tangan terkepal.
Jaehyun mengelus hidungnya yang berdenyut kesakitan. "Kalo gak ngerasa kenapa marah bos, selow aja kali."
"Lo yang mulai duluan bodoh!" Ujar Hoseok ikut kesal.
"Lo mau apa brengsek, gak usah bertele-tele." Ucap Taehyung yang tahu maksud Jaehyun.
"Oh, lo udah paham ya arah tujuan gue," Ucap Jaehyun tertawa remeh. "Gue cuma mau ngasih tau, kayaknya Jungkook udah mulai suka sama gue. Lo terlambat Taehyung, kali ini gue gak akan kalah dari lo."
"Jungkook, suka sama lo? Haha, mimpi lo ketinggian bung." Bukan Taehyung yang menjawab, melainkan Jimin.
"Mana mungkin dia suka sama cowok jamet kayak lo, aduh ngelucu nih orang." Tambah Hoseok.
"Gak percaya ya udah sih, sekarang aja dia mau jalan sama gue." Ucapnya menyombongkan diri.
"Paling lo yang maksa kan biar dia mau jalan sama lo, udah ketebak sih orang kayak lo cara mainnya gimana," ujar Hoseok.
Alih-alih menjawab, Taehyung hanya memandang Jaehyun tajam tanpa berkedip. Seolah sedang mengumpulkan energi sebelum memulai perang.
"Gue penasaran deh, gimana ya rasanya main sama Jungkook. Menurut lo enak gak Tae, lo kan udah sering tuh masuk ke lobang dia,"
"Bangsat! Jangan berani-berani lo nyentuh dia se-inci pun, asshole!" Taehyung kembali melayangkan pukulan pada rahang Jaehyun sampai hampir membuatnya terjungkal ke belakang.
"Loh kenapa emangnya? Lo aja udah pernah nyicip dia, masa gue engga. Gak adil dong." Ucap Jaehyun yang tidak ada takut-takutnya. Dia terus memancing amarah Taehyung yang kini sudah setinggi gunung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ugly rabbit - taekook
FanfictionKetika hidup dipenuhi dengan dendam. Merekapun saling memberi luka dan menoreh kenangan buruk tidak berujung. Pantaskah pendosa seperti mereka mendapatkan kebahagiaan? SLOW UPDATE~ TW: - BXB - Angst - Bahasa non-formal - cursing dimana-mana
