61 - Hadiah Kecil

347 39 4
                                        

Jungkook turun dari mobil lalu menghampiri Taehyung yang kini masih terdiam tak jauh dari tempat ia kini. Tangannya memegang sebukcet bunga dan sebuah kado yang ia siapkan secara mendadak.

Dari arah kemudi, muncul sosok yang Taehyung ketahui adalah Mingyu. Pertanyaannya kini, mengapa kekasihnya bisa bersama teman Wonwoo.

"Loh, J-jungkook?" Hoseok sampai terbata-bata mendapati Jungkook yang terlihat baik-baik saja, padahal ia sudah panik setengah mati, takut Taehyung berubah menjadi iblis.

"Hai Taehyung, maaf aku telat."

"Kalo Jungkook baik-baik aja, berarti..." ucapan Jimin terpotong kala Taehyung menarik Kekasihnya pergi menjauh.

"Mau kemana?"

Pertanyaan Jungkook mengapung di udara karena tidak ada balasan dari pelaku yang kini terus menariknya.

Hoseok yang ingin mengikuti tertahan saat Jimin menepuk pundaknya.  "Udah biarin, yang penting kan kita udah tau kalo Jungkook baik-baik aja," ujarnya merasa lega, lalu pandangannya kini tertuju pada Mingyu yang baru saja turun dari mobil bersama kekasih sahabatnya. "Kenapa Jungkook bisa sama lo?"

"Harus banget gue jawab pertanyaan lo?" Jawab Mingyu dengan ketus.

"Tinggal jawab aja apa susahnya?"

"Gue gak punya keharusan juga buat jawab, lagian kita gak saling kenal." Setelah mengatakan itu, Mingyu berlalu meninggalkan Jimin dan Hoseok yang tidak diberi kepastian.

Hoseok merangkul Jimin sambil melirik Mingyu yang semakin menjauh. "Gue rasa dia bukan sembarang orang. Bisa aja dia ngerencanain sesuatu,"

"Sesuatu gimana?"

"Ya dia kan temennya si Wonwoo, temen ons pula. Lo kira dia terima liat temennya di penjara? Menurut gue sih engga,"

"Tumben lo pinter?" Ucap Jimin membalas rangkulan pada pundak hoseok.

"Tapi gak tau juga sih, gue ngarang."

Plak

Hoseok mengusap kepala bagian belekang saat Jimin menoyor karena kesal. "Yeuuu upil semut! Kirain serius."

"Hehe, tapi gue serius kok, cuman kan itu pikiran gue aja, belum tentu kenyataannya si Mingyu punya niatan jahat. Tapi apa salahnya kita waspada,"

"Bagus Bagus," Jimin mengangkat jempol didepan muka Hoseok, bahkan sampai menempel pada hidung mancungnya. "Kali ini gue setuju sama lo,"

"Sekarang kita mau kemana? Gak mungkin kan nyusulin Taehyung, dia pasti butuh waktu berdua." Ujar Hoseok.

"Mending kita balik ke kantin gak sih, sayang kan makanan sebanyak itu gak ada yang makan,"

"Wah iya bener Jim. Kita gak boleh menyia-nyiakan makanan gratis,"

Keduanya akhirnya kembali menuju kantin dan memilih untuk menghabiskan makanan yang sudah di pesan. Makanan itu sudah dibayar oleh Taehyung,  jadi sayang kalau gak dihabiskan.

_____

Taehyung membawa Jungkook ke rooftop,  baru ia berbalik dan melepaskan cekalannya yang sedari tadi ia tarik.

"Kamu kenapa?"

Pertanyaan Jungkook seolah membangunkan singa yang sedang tertidur.  Taehyung tidak suka pertanyaan itu keluar disaat ia sedang tidak tenang.

"Kenapa? Harusnya aku yang tanya, kamu dari mana, kenapa bisa sama cowo tadi? Kamu ngapain aja sama dia?"

Sifat posesifnya keluar.

Jungkook menaikan sebelah alis, tidak mengerti. "Kamu ngira aku ngapain sama Mingyu?"

"Aku nanya, kenapa kamu malah balik nanya?"

Ugly rabbit - taekookTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang