86 - Belum Usai

351 33 8
                                        


DOR!!

DOR!!

Suasana disore hari itu berubah mencekam. Suara kicauan burung beradu dengan tembakan pistol dimana-mana, memperlihatkan betapa mengerikannya manusia entah untuk apa tujuannya.

Diluar bangunan keadaan sudah cheos disaat Daehi dan anak buahnya tiba. Mereka langsung menyerang dan berusaha membobol penjagaan agar bisa masuk dan menyelamatkan Taehyung. Ia tahu jika yang ia lawan sekarang adalah mafia Amerika yaitu Red Wolf, tetapi tidak ada ketakutan dalam dirinya karena itu bukan sebuah ancaman besar.

Tidak hanya Daehi, ketiga sahabat anaknya juga ikut serta di misi berbahaya kali ini. Yoongi, Jimin dan Hoseok sangat terkejut saat mendengar kabar jika Taehyung kecelakaan dan diculik oleh mafia. Daehi mengetahui semua itu dengan mudah karena koneksi dimana-mana.

"Serem banget gila. Dikira lagi main pistol-pistolan apa ya, nembak orang brutal begitu." Ujar Hoseok yang kini sedang menyaksikan anak buah Daehi dan Hyun Bin saling menyerang.

"Namanya juga gelud professional, yakali cuma main jambak-jambakan." Sahut Jimin ngasal.

"Kalo kita ketembak gimana? Gue gak mau ya mati muda dalam keadaan jomblo ngenes."

"Tenang saja, kita tidak akan kalah dari mereka." Ucap Daehi yang berdiri membelakangi ketiganya. "Setelah musuh tumbang, kita masuk dan cari keberadaan Taehyung."

"Tuh denger, om Daehi udah handal dalam hal beginian, jadi gausah so dramatis lo!"

"Ya namanya juga takut jim. Lo emangnya mau mati muda sebelum dinikahin Yoongi?"

"Untuk kali ini sih gue lebih takut gak dimaafin sama Taehyung dibanding takut mati."

Hoseok terkekeh pelan. "Feeling gue sih Taehyung gak bakal maafin lo. Dia pasti udah muak temenan sama manusia oon kayak lo,"

"Anj-ing lo!"

Daehi hanya menyunggingkan senyum mendengar percakapan sahabat anaknya itu lalu kembali fokus menatap anggota red wolf yang mulai tumbang satu persatu oleh anak buahnya.

Yoongi sampai tak berkedip melihat pertunjukan langsung dimana melihat orang-orang tertembak dengan mudah bahkan ada peluru yang menembus mata dan telinga. Ia begitu takjub sekaligus merinding dibuatnya.

___

Disisi lain seorang dokter masih terus mendorong brankar menyusurì lorong-lorong yang minim pencahayaan dan berdebu. Dahi mulai berkeringat saking tegangnya melakukan aksi beresiko dan mengancam nyawanya itu. Jika bukan perintah dari Daehi, dia mana mau sampai sejauh ini.

Sesekali dia melirik Taehyung yang posisinya masih tengkurap dalam keadaan tidak sadar. Ada rasa kekhawatiran karena banyak luka disekujur tubuh Taehyung dan jika tidak segera di obati akan berdampak lebih parah. Namun, hal terpenting sekarang ia harus berhasil keluar dari bangunan itu terlebih dahulu dan membawanya kehadapan Daehi.

Sretttttt

Dokter itu tiba-tiba mendadak berhenti dengan tangan menahan brankar begitu kuat.

Dihadapannya, Jaehyun dan Mingyu berhasil menghadang setelah berhasil keluar dari asap dan buru-buru melewati jalan pintas tanpa harus letih berlari.

Dari jarak lima meter, tatapan keduanya terlihat menyeramkan membuat sang dokter meneguk ludah ketakutan. Nafasnya terengah mulai waspada dan berpikir harus melakukan apa agar bisa melewati dua tikus didepannya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 19, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Ugly rabbit - taekookTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang