Ugly Rabbit up yuhuuuu
•
•
•
48 - Mengutarakan
Angin malam menerpa wajah kedua lelaki yang kini sedang duduk di balkon. Cuaca yang cukup dingin tak membuat mereka beranjak dari sofa, membiarkan kulit mendingin dimakan suhu.
Empat puluh menit berlalu, tetapi belum ada yang berani mengeluarkan suara. Mereka hanyut dalam kegelisahan masing-masing dan nampak segan untuk sekedar menatap sang lawan.
Semenjak kejadian guci satu jam yang lalu, Jungkook membantu pelayan membersihkan pecahan guci meskipun sudah dilarang. Dia merasa tidak enak hati telah membuat kegaduhan di rumah orang. Namun, belum selesai membersihkan lantai, Taehyung menarik tangan yang termuda itu sedikit memaksa dan membawanya ke balkon kamar.
Taehyung mencuri-curi pandang pada lelaki disampingnya yang sedang asik menatap langit malam. Jantungnya berdegup kencang serta kesulitan berkata-kata untuk menjelaskan perihal tuduhan keluarga Irene.
"Taehyung,"
"Jungkook,"
Mereka akhirnya mengeluarkan suara bersamaan. Membuat suasana kembali canggung.
"Lo duluan,"
"Kamu duluan aja,"
"Ya udah gak jadi."
"Ya udah aku aja yang duluan," ucap Taehyung mengalah.
Taehyung mengambil nafas dalam-dalam mempersiapkan diri untuk terbuka kepada lelaki kesayangannya. Kepalanya berbelok kesamping supaya bisa melihat wajah cantik itu dengan jelas.
"Aku mau jelasin soal kedatangan keluarga Irene kesini,"
"Gue udah denger, lo gak perlu jelasin lagi." Jungkook memotong ucapan Taehyung tanpa melirik sedikitpun. Apa dia kecewa?
"Aku mau jelasin menurut sudut pandang aku. Terserah mau kamu percaya atau enggak, yang penting gak ada yang aku tutupin sama kamu." Taehyung tak berhenti menatap wajah samping Jungkook dan berharap menanggapi ucapannya.
Karena tidak ada balasan, Taehyung melanjutkan ucapannya. "Lima hari yang lalu, Irene nyamperin aku ke lapangan basket, dia tiba-tiba ngasih tespect dan bilang sebentar lagi aku akan jadi ayah. Like what the fuck? I think she's making a joke."
Jungkook tersenyum miris mendengar itu. Menjadi ayah katanya?
"I don't believe it at all, aku bilang mungkin tespect nya rusak, mana mungkin dia hamil begitu saja. Tapi dia tetap bersikeras dan maksa aku buat nemenin dia pergi ke dokter kandungan besoknya."
"Aku nolak karena hari itu jadwal kamu terapi. Tapi Irene ngancam bakal bunuh diri, dia ngerasa kehamilannya itu adalah aib. Kamu tau kan aku punya trauma soal issue hamil dan bunuh diri, aku gak mau kejadian itu terulang lagi dan mau gak mau aku setuju dengan ajakan dia."
" Itu sebabnya aku nyuruh Jimin sama Hoseok untuk jagain kamu karena aku percaya sama mereka, tapi taunya kamu makin keras kepala dan gak bisa dikendalikan. Aku sedih waktu denger penjelasan Jimin di telfon."
"Ngapain ngomongin gue?" Delik Jungkook melirik sebentar.
"Maaf. Aku lanjutin ya." Ujar Taehyung tegar. "Setelah ke dokter kandungan dan melakukan USG, aku kaget ternyata Irene beneran hamil, like how is that possible? Aku yakin itu bukan anak aku, makanya aku minta tes DNA setelah bayi itu lahir nanti, dan Irene setuju."
KAMU SEDANG MEMBACA
Ugly rabbit - taekook
FanfictionKetika hidup dipenuhi dengan dendam. Merekapun saling memberi luka dan menoreh kenangan buruk tidak berujung. Pantaskah pendosa seperti mereka mendapatkan kebahagiaan? SLOW UPDATE~ TW: - BXB - Angst - Bahasa non-formal - cursing dimana-mana
