43 - Berubah
[ One month later ]
[ Pukul 13.09 ]
Banyak pepatah mengatakan bahwa Tuhan tidak akan menguji hambanya diluar batas kemampuan. Dan Jungkook berhasil melewati itu.
Sebulan ini, dia sudah melakukan tiga kali terapi setelah dinyatakan mengidap Post Traumatic Stress Disorder atau yang biasa dikenal dengan sebutan PTSD, kondisi masalah mental yang terjadi karena seseorang mengalami kejadian traumatis. Ini terjadi kepada seseorang yang mengalami kecelakaan, pelecehan seksual, mengalami kekerasan fisik, dan lain sebagainya.
Untungnya, PTSD yang dialami Jungkook masih tergolong rendah. Dia hanya mengalami kecemasan saat mengingat kembali kejadian buruknya, tidak sampai melukai diri atau mencoba obat-obatan terlarang.
Jadi dia hanya harus terapi rutin dan tidak boleh melewatkan obat yang diberi dokter. Dan Taehyung selalu menemaninya setiap saat.
Meskipun Jungkook sudah kembali kuliah seperti biasa, dia belum berani bertemu teman-temannya untuk sekedar berkumpul, dia takut bertemu Jaehyun. Setelah kelas selesai, Taehyung akan langsung mengantarnya pulang dan sesekali membawanya pergi jalan-jalan.
Dan sekarang, lelaki itu sedang duduk di bangku taman yang berada dibelakang gedung F seorang diri. Kelasnya sudah selesai, dia tinggal menunggu kedatangan Taehyung yang katanya mau menemui dosen pembimbing dulu.
Jungkook sengaja memilih tempat itu, karena jauh dari keramaian. Akhir-akhir ini dia merasa tidak nyaman saat mendengar suara bising, jantungnya mendadak berdetak lebih cepat tiga kali lipat dari biasanya.
Saat sibuk mengamati sepatunya sendiri, tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya.
"Hei! Ngapain sendirian disini?" Tanya orang itu.
Jungkook menengadah dan melihat suara siapa itu. "Yugi?"
Orang yang dipanggil Yugi itu mendudukkan dirinya disamping Jungkook. Rasanya tidak seperti biasa, ada sedikit kecanggungan yang dalam dirinya.
"Lo kemana aja, kenapa jarang kumpul bareng lagi?" Tanyanya to the poin.
"Sorry."
"Ya kenapa Kookie. Lo seakan ngehindar tau gak. Kita ada salah apa sama lo?"
'gue ngehindarin Jaehyun, bukan kalian,'
Jungkook menelan ludah susah payah, dia bingung harus menjawab apa, tidak mungkin memberitahu soal kejahatan Jaehyun.
"Kalian gak ada salah apa-apa kok, gue cuma lagi banyak tugas akhir-akhir ini, jadi gak sempet ikut kumpul, sorry ya Yugi." Jawab Jungkook dengan kaki yang terus digerakkan akibat merasa tidak nyaman.
"Tapi gue sering liat lo pergi sama bang Taehyung, kok lo bisa nyempetin waktu buat dia, sedangkan sama kita-kita gak bisa." Yugyeom tidak marah, dia hanya sedang bertanya dengan nada penuh penekan.
"Gue sama dia emang ada urusan pribadi, makanya sering pulang bareng." Jungkook belum berani memberitahu soal penyakitnya, dia takut teman-temannya menganggap kalau dia gila.
"Lo emang udah sedeket itu ya sama bang Taehyung?"
"Deket sebatas temen aja, sama kayak kalian kok,"
"Lo tau kan kalo dia pernah kasus sama mantannya? Lo gak takut dia berbuat sesuatu yang bisa ngerugiin lo nantinya?" Tentu saja Yugyeom tahu gosip yang beredar, tapi dia tidak tahu dalang dari itu siapa.
Ternyata, akibat ulah Jungkook itu, membuat pandangan orang-orang terhadap Taehyung menjadi berubah. Yang dulunya segan, sekarang tidak lagi.
"Taehyung gak kayak gitu Yugi. Dia juga udah ngebuktiin kalo dia gak salah. Lo belum denger soal itu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Ugly rabbit - taekook
FanficKetika hidup dipenuhi dengan dendam. Merekapun saling memberi luka dan menoreh kenangan buruk tidak berujung. Pantaskah pendosa seperti mereka mendapatkan kebahagiaan? SLOW UPDATE~ TW: - BXB - Angst - Bahasa non-formal - cursing dimana-mana
