Kita awali hari Senin dengan membaca ugly Rabbit 😊
•
•
•
53 - Pertarungan
[ 10 days later ]
Kelas kedua sudah berkahir lima menit yang lalu, namun Jungkook masih setia berada dikelasnya sambil fokus memainkan ponsel dan bertukar pesan dengan Taehyung, mereka janjian akan bertemu dikantin sebentar lagi untuk makan siang sebelum dia masuk satu kelas lagi pukul satu nanti.
Baru saja berdiri dari kursi, suara Mingyu menghentikan kaki yang baru saja melangkah.
"Tunggu!" Mingyu berjalan mendekat, meskipun mereka sekelas, tetapi keduanya tidak pernah tegur sapa satu sama lain, entah mengapa alasannya.
"Apa?"
"Wonwoo minta uang hari ini, dan dia nyuruh lo anterin ke rumahnya nanti sore." Ujar Mingyu to the poin.
"Perasaan gue belum setuju sama permintaan dia, terus kenapa gak dia aja yang ngomong langsung sama gue? Kenapa harus lewat lo." Jungkook menyilangkan kedua tangannya didada dan menatap Mingyu dengan angkuh.
"Dia gak ada kelas hari ini, dia juga gak punya nomor lo."
"Bilangin sama dia, samperin gue kalo mauuang. Enak aja nyuruh-nyuruh, usaha dikit minimal." Ujar Jungkook menolak permintaan kakaknya.
"Dia udah gak punya uang sama sekali. Katanya dia juga mau ngajak lo ke makam tante Nara. Menurut gue sih mending iyain aja, kapan lagi dia baik nawarin lo liat makam ibu sendiri. Kesempatan gak datang dua kali" Mingyu berkata dengan tatapan tidak suk. Dia tidak menunjukkan keramahan sama sekali, seperti memiliki dendam kesumat.
Jungkook jadi ingat, dia belum pernah melihat makam Nara satu kalipun. Jika dia tidak menyetujui permintaan Wonwoo, dia pasti akan merasa berdosa berkali-kali lipat karena tidak berbakti kepada orang tua.
"Tapi cara dia minta salah. Kenapa harus lewat lo? Kenapa gak ngomong langsung?"
"Bukannya udah gue jawab kalo dia udah gak pegang uang sama sekali, bensin juga abis, gimana mau ke kampus? Kalo lo gak mau ya gakpapa sih. Palingan Wonwoo gak akan pernah izinin lo liat makam tante Nara,"
"Oke, bilangin sama dia nanti sore gue ke Busan, tapi gue ngelakuin ini demi mendiang Eomma ya bukan karena yang lain." Ucap Jungkook akhirnya.
"Nah dari tadi kek, nanti gue bilangin."
Setelah itu Mingyu melengos begitu saja tanpa berpamitan. Jungkook pun tidak peduli toh dia bukan siapa-siapanya.
Lalu ia berjalan keluar dan berbelok ke arah toilet terlebih dulu, dia ingin mencuci muka yang terlihat kusam sehabis melakukan kelas dari pagi.
Baru akan masuk ke toilet pria, dia melihat Irene keluar dari toilet wanita disebelahnya. Langkahnya pun ikut terhenti saat perempuan itu mengeluarkan suara.
"Eh ada anak haram," Irene sengaja meledek Jungkook supaya lelaki itu menghampirinya.
Tangan Jungkook terkepal kuat menahan untuk tidak menyerang wajah tengil itu. Tubuhnya diarahkan dengan Irene agar terlihat sejajar. Jika bukan seorang wanita, dia sudah memberi pelajaran karena sudah menghinanya.
"Lo bilang kalo gue anak haram, tapi lo gak nyadar kalo lo juga lagi ngandung anak haram, bastrad." Ujar Jungkook penuh penekanan.
Bukannya tersindir, Irene justru tersenyum senang. "Siapa bilang ini anak haram? Ini mah anak Taehyung, lo juga pasti udah tau kan soal ini?" Ucapnya sambil memegang perut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ugly rabbit - taekook
FanfictionKetika hidup dipenuhi dengan dendam. Merekapun saling memberi luka dan menoreh kenangan buruk tidak berujung. Pantaskah pendosa seperti mereka mendapatkan kebahagiaan? SLOW UPDATE~ TW: - BXB - Angst - Bahasa non-formal - cursing dimana-mana
