Beberapa hari ini Lyora menghindari Edward. Wanita itu kembali ke sikap semulanya. Menatap Edward dengan cemberut, tidak mau menyapanya, mengabaikan pesan dan panggilan telpon darinya serta duduk di kursi belakang jika Edward menjemput sendiri atau duduk didepan apabila Edward membawa supir.
Edward tidak melakukan apapun terkait aksi marah yang dilancarkan Lyora. Ia hanya mengulum senyum geli tiap kali melihat Lyora menekuk mukanya cemberut ke arahnya.
Tetapi kali ini Edward sudah tak tahan dengan silent treatment yang diberikan Lyora. Ia membiarkan wanita itu melewatinya begitu saja menuju mobil.
Sedangkan Edward memakaikan Lili sepatu "Mommy masih marah sama Daddy ya?"
Mendengar pertanyaan putrinya Edward tertawa gemas. Tetapi kemudian Ia mengubah raut wajahnya "Iya. Mommy gamau maafin Daddy"
Ia beruntung karena Lili belum cukup mengerti dengan permasalahan orang dewasa. Karena walaupun bocah itu sudah sadar jika Lyora memusuhinya. Lili masih menerima saat Edward hanya memberikan alasan kalau mommy Lili itu marah karena Edward membuat Lyora kesal.
"Daddy udah kiss Mommy?"
Edward yang baru saja ingin menggendong Lili ke mobil, tertegun.
"Biasanya kalau Lili buat Mommy kesal. Lili kiss mommy banyak-banyak. Terus hug Mommy yang lama"
Mendengar kalimat lanjutan anak itu. Edward mendengus pelan. Andai Edward bisa mengatakan dengan lantang kalau hal itu hanya bisa dilakukan oleh Lili.
Bagaimana mungkin Edward melakukan hal itu supaya Lyora tak marah lagi jika penyebab wanita itu marah justru karena Ia menciumnya?
"Nanti Daddy coba. Makasih sarannya ya, princess" Edward mengecup pipi Lili kemudian menggendongnya menuju mobil.
Supir pribadinya membukakan pintu belakang. Sedangkan Lyora tentu saja sudah duduk dikursi depan karena pasti wanita itu berpikir kalau supir Edward yang akan menyetir.
Setelah mendudukan Lili di kursi belakang. Edward berjalan berputar menuju kursi kemudi.
Lyora belum sadar karena sedang sibuk dengan handphonenya. Hingga saat Edward mulai menjalankan mobil barulah Lyora menengok ke arah samping dan menemukan Edward.
Mata Lyora melotot kesal, menyadari kalau Edward pasti sudah merencanakan hal ini. Jadilah sepanjang jalan menuju sekolah Lili, Ia hanya diam saja sambil memandang ke arah jalanan.
"Cepat buka" Kata Lyora kesal. Mereka sudah tiba di sekolah Lili. Mobil Edward bahkan sudah terparkir sempurna.
Lyora mendengus kesal ke arah Edward yang sejak tadi bermain mata dengan Lili.
"Mommy" Panggil Lili pelan. Sebenarnya Ia juga takut menghadapi Ibunya yang sedang berada dalam mode marah seperti ini.
"Kenapa? Lili gamau sekolah?" Tanya Lyora ketus.
"Daddy mau kiss Mommy. Biar gak marahan lagi"
Ucapan polos anaknya membuat mata Lyora semakin membesar. Bisa-bisanya bocah itu menyuruh Edward menciumnya.
Kemudian Lyora menatap Edward sinis karena pria itu sedang menahan senyum geli.
"Harus kiss banyak-banyak ya sayang?" Goda Edward
"Iya. Kiss banyak-banyak nanti Mommy maafin"
Edward sudah melepaskan seat beltnya. Ia memajukan badannya ke arah Lyora yang menatap dirinya horor.
Bibir Edward mendarat ditelapak tangan wanita itu. Karena Lyora menutup wajah Edward kasar dengan telapak tangannya serta mendorongnya menjauh.
"Sudah. Ayo kita keluar" Kata Lyora galak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blame The Cupid [Completed]
RomantikKeterkejutan nampak diwajah Lyora. Seolah darah tersedot dari tubuhnya. Wajahnya pucat pasi menyadari siapa pria yang saat ini tertidur disampingnya. Bagaimana tidak? Ia berencana menjebak Edmund Leonard tapi mengapa yang ada di kasur bersamanya it...
![Blame The Cupid [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/233876871-64-k683373.jpg)