"Woy, Kuning!"
Duagh
"Manggil gitu lagi, gue galiin kubur lo!"
Pemuda bar-bar bernama Azello itu sungguh tak bisa diajak bercanda. Senggol sedikit langsung bacok. Tapi itu candaan yang menyebalkan, enak saja rambutnya ini blonde you know! Bukan kuni...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cavendish tak pernah menginginkan tahta, tapi dia juga tidak pernah membayangkan akan "terlempar" ke raga seorang remaja di dunia yang asing. Kini, ia bukan lagi calon raja, melainkan Cavein-sebuah aib yang disembunyikan dalam mansion mewah.
Bagi Cavendish, menjadi anak haram yang dikucilkan adalah kebebasan. Dia hanya ingin hidup tenang dalam bayang-bayang.
Tapi sebuah pertemuan tak sengaja mengubah segalanya.
Dipaksa masuk ke lingkaran keluarga yang membencinya, Cavendish tetap tak peduli.
Sikap dingin dan cuek Cavendish justru menjadi magnet bagi mereka yang ingin menghancurkannya. Dari kebencian yang mendalam, perlahan berubah menjadi obsesi yang menyesakkan.
"Sial, kalau tahu begini lebih baik aku meneruskan tahta saja."
~~~
Iklan sebentar, yang mau beli pdf masih bisa ya. Chat aja WhatsApp aja ke nomer 085606252868