Agatha Kayshafa.
Dijadikan bahan taruhan oleh sepupunya sendiri dengan seorang laki-laki yang memenangkan balapan mobil malam itu.
Pradeepa Theodore.
Tepat sebelum balapan, ia malah salah fokus mendapati seorang gadis yang beraroma sangat memabukka...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Last day untuk class meeting, Agatha sudah bersiap untuk perlombaan estafet tepung dan estafet air. Ia bahkan membawa tiga baju ganti.
Semua perlombaan final telah dilaksanakan dan tinggalah kedua perlombaan penutup. Agatha bersama keempat temannya sudah berbaris, Agatha berada di baris kedua setelah Zaskia.
Semua kelas sudah siap di main area, lapangan terluas sekolahnya. Perlombaan pertama ialah estafet tepung. Fyi, perlombaan ini Laki-laki dan perempuan ikut gabung.
"Ok, Ready!"
"One."
"Two."
"Go!"
Teriakan semangat riuh bersorak, menyemangati kelas mereka masing-masing. Bahkan ada beberapa kelas yang tidak serius dengan perlombaan, malah melempari tepung ke lawan di sebelahnya.
Tersisa 5 menit sebelum perlombaan selesai, Zaskia dengan beringas mengoper wadah tepungnya dengan cepat membuat Agatha yang berada dibelakangnya kelimpungan sendiri. Belum sempat Agatha menadahi tepung dari Zaskia, tepung tersebut malah terbuang tepat di wajah Agatha.
"Zaskiaaaa!" teriak Agatha. Zaskia menoleh ke belakang. Bukannya membersihkan wajah Agatha, ia malah tertawa terbahak-bahak. "Muka lo, kayak barongsai." lanjutnya.
"Eh yang depan ayo jangan becanda." interupsi Atallah.
Pwiiitt....
Peluit panjang terdengar yang artinya perlombaan telah selesai. Kini kelompok Agatha bangkit dan saling melempar pandang. Ia kira hanya dirinya yang sudah cemong karna tepung, ternyata temannya juga. Mereka kini sama-sama menertawai satu sama lain.
"Tha, lo kalo ngoper yang bener, gue kena tepung lo terus!" gerutu Yumi yang berada di belakang Agatha ketika lomba.
"Itu di luar kendali gue, Yum, maaf."
"Karena lo lebih parah dari gue, gapapa deh."
Para panitia kini tengah menghitung kelas mana yang menampung paling banyak.
Agatha, Zaskia, Yumi dan Rizal melongo menatap ketua kelasnya. Pasalnya mereka sudah seperti badut tepung, mereka bahkan belum sempat berganti pakaian.
"Yang bener aja lo!" sahut Rizal. "Minimal ganti baju dulu."
"Kalian yang mau ganti, buruan, gue nanggung kalo mau ganti, toh juga bakal basah-basahan."