Agatha Kayshafa.
Dijadikan bahan taruhan oleh sepupunya sendiri dengan seorang laki-laki yang memenangkan balapan mobil malam itu.
Pradeepa Theodore.
Tepat sebelum balapan, ia malah salah fokus mendapati seorang gadis yang beraroma sangat memabukka...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sudah terbentuk 5 kelompok yang masing masing berisi 6 orang. Agatha sendiri bersama dengan kelompok inti sispala, Izzy, Hugo, Anindya, Alejandro dan tentu saja Theodore.
Diantara mereka ber-enam jelas Agatha yang paling amatir dalam grup. Hal ini membuat Izzy senang, ia bisa menjalankan rencananya dengan membuat Agatha terlihat manja di mata Theodore. Bukankah lelaki itu menyukai perempuan mandiri sepertinya?
Kegiatan hari ini ialah penelusuran gua horizontal dan vertical horizontal yang ditutup dengan rapelling di curug Bibijilan.
Sebelum mulai mereka melakukan pemanasan dan di berikan beberapa pengarahan lanjutan, terlebih untuk para junior.
Masing-masing di dalam kelompok juga terdapat Caver berpengalaman.
Theo membantu mengecek keperluan Agatha seperti, helm, caving sling, cover all dan caving pack sack. Serta beberapa keperluan lainnya.
"Sudah. Lo nggak boleh jauh-jauh dari gue, inget?"
"Ya ya ya." balas Agatha seadanya.
"Jawab yang benar."
"Ya, tenang aja, gue bakal ngerepotin lo terus sampe lo nggak tahan."
"Nggak akan."
"Lihat aja."
✿✿✿
Theodore benar-benar menepati janjinya yang akan menjaga Agatha dengan baik. Buktinya sejauh ini Agatha tidak kesulitan sama sekali ketika melakukan caving horizontal.
Karena struktur gua yang sempit mereka harus berjalan berbaris dengan Theo berada di bagian belakang menjaga Agatha.
Agatha berjalan sangat pelan, gua yang sempit membuatnya sesak.
"You okay?" Theo yang berada tepat di belakang Agatha menyadari gelagat aneh dari Agatha.
"Cuma sesak dikit."
"Istirahat dulu."
"Jangan, nggak enak sama yang lain."
"Kita istirahat dulu, gue haus." ucap Theo cukup menggelegar karena berada dalam gua.
Hugo menyetujuinya dan mereka akan istirahat sejenak.
Bukannya istirahat Theo justru mengecek Agatha. "Mana yang pegal?" tanya Theo.
"Nggak ada, tapi kayanya kepala gue basah banget karena keringat, boleh gue lepas helm bentar?"