Agatha Kayshafa.
Dijadikan bahan taruhan oleh sepupunya sendiri dengan seorang laki-laki yang memenangkan balapan mobil malam itu.
Pradeepa Theodore.
Tepat sebelum balapan, ia malah salah fokus mendapati seorang gadis yang beraroma sangat memabukka...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Theo sudah rapi dengan pakaian casualnya malam ini, bersiap untuk pergi makan malam bersama Agatha.
Baru membuka pintu utama, Theo mendapati seorang wanita yang cukup ia kenali, "Oma Lily?"
Napas Oma Lily kembang kempis, Theo memandangi Oma Lily yang berdiri di depan pintunya dengan napas tersengal-sengal.
Theo tahu malam ini akan jadi malam yang panjang begitu ia melihat ekspresi penuh kepanikan di wajah wanita tua itu.
"Oma Lily, ada apa?" Theo segera melangkah mendekat.
Oma Lily meraih tangan Theo dengan erat, "Theo, kamu harus tolong Oma... tolong Agatha!"
Mata Theo langsung menyipit, tubuhnya menegang. "Agatha kenapa, Oma?"
Oma Lily mengeluarkan ponsel dari tasnya dengan tangan gemetar. "Dia... dia diculik! Joseph yang melakukannya. Dia membawanya ke tempat yang-" Suara Oma Lily tercekat, tangis mulai menguasainya.
Theo terkejut mendengar nama Joseph. "Joseph? Ayahnya Alina?"
Oma Lily mengangguk, matanya basah. "Dia... dia bawa Agatha ke tempat yang kejam. Oma berhasil dapat rekaman CCTV dari salah satu koneksi Oma." Oma Lily menyalakan video di ponselnya dan menyerahkan kepada Theo.
Theo mengambil ponsel itu, rahangnya mengeras begitu melihat rekaman yang diputar. Dalam video itu, terlihat Joseph dengan kejam menyeret Agatha yang meronta-ronta, membawanya ke sebuah sel kecil. Sel itu begitu sempit hingga untuk duduk pun nyaris mustahil. Agatha terlihat menangis dan memohon, tapi Joseph hanya mengabaikannya.
"Apa-apaan ini..." Theo berbisik pelan, namun amarah sudah jelas membakar suaranya. "Agatha bahkan tidak diberi ruang untuk sekadar...toiletnya pun tidak diizinkan?"
Oma Lily mengangguk. "Theo, Oma tahu ini di luar kapasitas Oma, tapi Oma mohon, kamu satu-satunya yang bisa Oma andalkan. Dengan kekuasaanmu, Oma yakin kamu bisa menemukan Agatha. Tolong, Theo. Oma mohon!"
Theo mengepalkan tangannya, matanya menatap tajam ke arah video yang baru saja selesai diputar. Wajah Agatha yang ketakutan terus terbayang di pikirannya. "Berapa lama ini terjadi?"
"Beberapa jam lalu," jawab Oma Lily. "Oma baru tahu setelah mendapat informasi ini dari orang kepercayaan Oma."
Theo menarik napas panjang. "Oma, tenang. Saya akan cari Agatha. Dia akan kembali dengan selamat, saya janji."
Oma Lily menggenggam tangan Theo lebih erat. "Terima kasih, Theo. Terima kasih."
Theo menutup pintu di belakangnya dan segera meraih ponselnya. "Jonathan, aku butuh tim terbaik kita sekarang juga. Targetnya Joseph. Dia menculik Agatha. Siapkan segala akses ke jaringan bawah tanah, dan aku mau lokasi pasti dalam waktu kurang dari satu jam."