Agatha Kayshafa.
Dijadikan bahan taruhan oleh sepupunya sendiri dengan seorang laki-laki yang memenangkan balapan mobil malam itu.
Pradeepa Theodore.
Tepat sebelum balapan, ia malah salah fokus mendapati seorang gadis yang beraroma sangat memabukka...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Theo sudah lama tidak turun ke lintasan, tapi malam ini ia akhirnya kembali mengendarai mobil balap kesayangannya. Lampu-lampu neon menerangi jalanan yang penuh dengan kerumunan, suara mesin menderu memekakkan telinga.
"Kalau gue menang dapat apa?" tanya Theo santai, melirik Agatha yang berdiri di sebelahnya.
Agatha mengangkat bahu, senyumnya polos tapi penuh rasa ingin tahu. "Hm... Kakak lagi pengen apa emangnya?"
Theo menyeringai, tatapannya penuh makna. "Kalau gitu, lihat nanti aja."
Agatha mengernyit, was-was dengan maksud tersirat di balik ucapan Theo. Sebelum dia bisa menanyakan lebih jauh, Theo sudah menutup pintu mobilnya dan bersiap di garis start. Agatha akhirnya berjalan menuju tribun,
Balapan dimulai dengan raungan mesin dan sorakan dari para penonton. Theo meluncur dengan gesit, memimpin sejak awal. Tapi di tengah balapan, pandangannya sekilas menangkap sosok Agatha yang duduk di tribun bersama...
Siapa itu? batin Theo.
Kean?
Brengsek!
Rahangnya mengatup. Sebuah perasaan cemburu membakar dadanya, membuat fokusnya sedikit terganggu. Tapi Theo menepisnya, memaksa dirinya untuk kembali konsentrasi pada lintasan.
Di tikungan terakhir, Theo mengerahkan seluruh kemampuannya, berhasil menyalip lawan terakhirnya, dan menyentuh garis finis di posisi pertama. Sorakan penonton menggema, tapi Theo tidak peduli. Hanya satu hal yang ada di pikirannya—Agatha.
Dengan langkah cepat, Theo berjalan menuju tribun. Pandangannya terkunci pada sosok Agatha yang masih bersama Kean. Kean menyadari kehadiran Theo lebih dulu, dan dengan senyuman tipis yang tampak sengaja memprovokasi, Kean mencondongkan tubuh dan mencium pipi Agatha.
"Congrats untuk tunangan lo, Agatha," ucap Kean santai.
Agatha tersentak, kaget dengan tindakan Kean. "Kean! Jangan bercanda kayak gitu!"
Namun, sebelum Agatha bisa berbuat apa-apa, Theo sudah tiba di depan mereka. Tanpa berkata apa-apa, dia melayangkan pukulan keras ke wajah Kean, membuat pria itu tersungkur ke tanah.
"KAK THEO!" Agatha berteriak, berusaha menahan lengan Theo.
Theo menatapnya dengan mata berkilat penuh emosi. "Dia tadi nyium lo! Di depan gue!"
Kean bangkit dengan wajah yang memerah, memegangi pipinya. "Lo gila, Theo!"
"Lo yang gila!" Theo mendekat lagi, tetapi Agatha segera menariknya menjauh, memohon dengan mata berkaca-kaca.
"Kak, udah!"
Theo menyeret Agatha pergi dari tribun, memasuki area parkir yang sepi. Dia berhenti tiba-tiba, membuat Agatha terhuyung ke depannya.