*FLASHBACK*
2 TAHUN YANG LALU
Seluruh penghuni rumah Feli saat ini tengah heboh karena Papanya yang tiba-tiba pingsan di ruang kerjanya. Mama Feli panik dan meminta Feli untuk mencari bantuan. Feli pun menelpon Edgar yang kini berstatus sebagai kekasihnya itu. Namun beberapa kali pula menelpon namun Edgar tak menjawab sama sekali.
"Feli cepetan!!! Kita butuh bantuan cepat!" teriak Vega— Mama Feli.
"Bentar, Ma, ini masih nelpon Edgar tapi nggak dijawab-jawab." Feli ikutan panik sembari mencoba menelpon Edgar terus menerus. Feli memang kadang memanggil Edgar dengan sebutan Kak atau langsung nama karena Edgar yang memintanya tidak memanggil Kak karena seperti orang asing padahal mereka sepasang kekasih
"Udahlah panggil tetangga aja, Fel! Pacar kamu itu memang nggak bisa diandalkan di situsi mendesak kaya gini. Cepatan panggil sebelum Papa kamu lewat!" pinta Vega.
Feli menuruti perkataan Mamanya dan langsung memanggil tetangga terdekat untuk membantu mengangkat Papanya dan dibawa ke mobil untuk dibawa ke rumah sakit. Feli kecewa dengan Edgar karena cowok itu pernah bilang jika harus mengandalkan dia saja dan tak sungkan untuk meminta bantuan. Namun cowok itu ingkar janji, saat dibutuhkan di kondisi genting seperti ini malah tidak ada.
Sesampainya di rumah sakit, dokter yang memeriksa Papa Feli pun menjelaskan mengenai penyakit Papanya. Dokter menganjurkan pasien untuk dibawa ke rumah sakit di Amerika karena hanya disana alat yang mumpuni untuk menyembuhkan penyakit yang cukup langka itu.
Feli dan Mamanya pun berdiskusi, posisinya saat ini Feli tengah menempuh kelas 2 SMA. Mamanya meminta Feli untuk melanjutkan sekolahnya di luar negeri saja sembari menemani pengobatan papanya. Feli tidak punya pilihan selain menyetujui keputusan itu.
Mamanya Feli cukup kecewa dengan Edgar— kekasihnya Feli yang bahkan sampai sekarang tak muncul. Edgar memang sudah kenal dengan keluarga Feli, begitu pula dengan Feli yang kenal dengan keluarga Edgar. Namun kali ini Vega benar-benar marah dengan Edgar.
"Mana pacar kamu yang katanya bisa diandalkan itu, Fel? Kok nggak muncul juga sampai sekarang." kata Vega dengan nada tak enak didengar.
"Mungkin dia sibuk, Ma." jawab Feli seadanya. Jujur ia juga tak mengerti ada apa dengan Edgar saat ini hingga tak menjawab chat nya sama sekali. Ia juga sudah memberi kabar bahwa Papanya kini berada di rumah sakit dan ia meminta Edgar untuk menyusul ke rumah sakit pula.
"Halah sibuk apa?! Ujian sudah selesai kan? Berarti harusnya dia bisa kabarin kamu. Memang dianya aja yang sebenarnya nggak bisa diandalkan. Lagi ada orang butuh pertolongan malah nggak gerak cepat. Ini taruhannya nyawa loh. Kalo udah kaya gini Mama nggak bisa kasih restu lagi ke Edgar!"
Feli menatap Mamanya terkejut, "Mama apaan sih?! Ini juga kesalahan Edgar yang pertama kali. Kok langsung gitu sih ngomongnya?" kesalnya.
"Pertama kali dan fatal, Felisha! Papa kamu hampir lewat karena dia!"
"Kalo dia sebenernya ada urusan gimana?"
"Berani ya kamu sama Mama! Pasti ini karena pengaruh Edgar kan?! Udahlah kamu jangan belain dia terus, kalo emang dia salah ya salah. Dia emang nggak bisa diandalkan dan nggak bisa bantuin orang yang bener-bener kondisinya darurat!!"
Tanpa mereka ketahui, ternyata Edgar sudah sampai disana dan mendengarkan seluruh percakapan mereka. Hatinya sedih mendengar itu semua. Ia dianggap tidak becus jadi seorang lelaki. Ia kecewa dengan dirinya sendiri karena sejak tadi ponselnya ia biarkan di kamar sementara ia tengah berbicara dengan Papanya di ruang kerja.
Ia tak tahu jika ada kondisi se-genting itu. Jika ia bisa, ia ingin memutar waktu lagi. Namun semuanya telah terjadi. Mama Feli sudah kecewa kepadanya. Entah apa yang terjadi setelah ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZAHRAGA 2
ספרות נוערCOMPLETED✅ HIGHEST RANK🏅 #1 in ceritajadian (23-02-2024) #1 in duniakuliah (24-02-2024) #2 in ldr (24-02-2024) "Ketika hubungan kita dijatuhi beberapa rintangan" Masa SMA telah usai. Kini masa kuliah yang tiba. Raga Pratama Setiawan memutuskan untu...
