10 - Cemburu

311 17 0
                                        

"Hai, semua! Kenalin nama gue Satya Andriano. Gue kapten basket disini. Sebelumnya gue mau ngucapin makasih buat kalian yang udah daftar UKM basket. Untuk selanjutnya gue akan seleksi skill basket kalian masing-masing untuk menentukan siapa yang layak masuk tim basket. Kalian mengerti?" tanya Satya, sang kapten tim dengan wibawanya.

Satya Adriano merupakan mahasiswa semester 3 prodi Teknik Mesin. Sekitar satu minggu yang lalu, Satya baru saja mendapatkan jabatan itu karena kapten yang sebelumnya sudah semester 5 dan saatnya lengser dan digantikan oleh adik tingkatnya. Ternyata Satya lah yang terpilih. Dan tugas pertamanya sebagai kapten tim adalah menyeleksi mahasiswa baru yang ingin masuk ke tim basket.

"Mengerti, kak!" sahut semua mahasiswa baru bebarengan.

"Oke bisa kita mulai sekarang disini!" ujar Satya yang kemudian mengambil posisi di tepi lapangan basket.

Raga melihat ke kanan kirinya, banyak juga ternyata yang daftar UKM ini. Ya, Raga mendaftar UKM basket. Tidak mungkin ia akan melepaskan basket begitu saja. Basket itu seperti separuh hidupnya. Tidak bisa ia jika tidak bermain basket.

"Kok gue deg-degan ya!" ucap Raga dalam hati karena melihat banyaknya antusias dari mahasiswa seangkatannya untuk masuk ke tim inti.

Mahasiswa yang mengikuti proses seleksi dibagi menjadi beberapa tim yang nantinya akan melawan tim basket inti. Raga masuk ke dalam tim yang paling akhir untuk di tes nanti. Ia hanya berharap bisa melakukan yang terbaik dan masuk ke tim basket itu.

Tim demi tim telah selesai. Kini giliran tim Raga lah yang maju untuk melawan tim inti.

Raga dengan lincahnya men-dribble bola basket dan memasukkannya ke dalam ring. Raga juga sangat gesit, gerakan tipuan nya juga sangat cantik.

Satya sedari tadi memperhatikan pola permainan Raga yang sangat apik menurutnya. Dari sekian banyak tim yang terdiri atas beberapa anggota, baru inilah yang membuat Satya kagum.

Tim Raga berhasil menang atas tim inti. Walaupun hanya selisih sedikit tapi Raga sudah cukup senang dan berharap hasil itu bisa membawanya masuk ke tim inti.

"Oke, proses seleksi telah selesai. Saya dan yang lainnya akan melakukan rapat terlebih dahulu untuk menentukan siapa saja yang layak masuk tim inti. Kemungkinan besok pengumumannya." ujar Satya memberitahu. "Baik sekarang kalian boleh pulang atau meneruskan kegiatan kalian yang lainnya." lanjutnya lagi.

"Terima kasih, kak!" ucap semua calon anggota basket.

Raga merapikan barang-barangnya dan dimasukkan ke dalam tas. Ia bersiap-siap untuk pulang.

"Hei!" panggil seseorang yang membuat Raga menoleh.

"Eh, kak!" jawab Raga saat melihat Satya yang berada di belakangnya.

"Nama lo siapa?" tanya Satya.

"Raga, kak." jawab Raga sopan.

"Skill basket lo oke juga. Lo anak basket dari waktu sekolah ya?"

Raga mengangguk sembari tersenyum, "Lebih tepatnya dari SMP sih, kak. Emang daridulu udah tertarik menekuni basket."

"Pantesan. Gue perhatiin pola permainan lo tadi. Dan itu bagus banget!" puji Satya.

Raga semakin melebarkan senyumannya. Bagaimana ia tak senang jika permainannya ternyata dipuji oleh sang kapten basket.

"Thank's kak. Tapi skill saya masih jauh sama tim inti." ujar Raga merendah.

Satya menepuk bahu Raga pelan sembari terkekeh geli, "Bisa aja lo. Nggak usah sok merendah. Gue akuin skill lo bagus kok. Dan lo gue yakinin bakal masuk ke tim inti." ujarnya yang membuat mata Raga berbinar senang.

ZAHRAGA 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang