Malam telah tiba, seluruh mahasiswa dan semua dosen berkumpul di lapangan dan duduk membentuk lingkaran dengan api unggun ditengah meraka. Semuanya tampak gembira sambil bernyanyi dengan diiringi gitar.
Lagi-lagi pandangan Hinata tertuju pada Naruto yang kini sedang menikmati suasana malam itu. Awalnya Hinata cemas akan hubungan rahasia yang sedang ia jalin, tapi semakin kesini Hinata merasa bahwa tidak sulit untuk menjalaninya selama tidak ketahuan.
"Hai.." ucap Toneri yang kini sudah duduk di sebelah Hinata dan memberikan satu potong ubi bakar pada Hinata dan diterima olehnya. "Kau suka lagu apa, nanti aku nyanyikan" tanya Toneri yang membuat Hinata sedikit kaget. Bagaimana tidak kaget, orang yang selama bertahun-tahun ia suka tiba-tiba datang ke hidupnya dan mencoba mengakrabkan diri.
Diseberang sana, ada Naruto yang diam-diam memperhatikan Hinata dengan tatapan penasaran.
"Saya? Tidak tau kak, saya jarang mendengarkan lagu" Hinata bukan jarang mendengar lagu, tapi tidak tau harus menjawab apa dengan pertanyaan mendadak yang Toneri sampaikan padanya.
"Begitu ya, kau suka berkemah?" Toneri selalu mencoba mencari topik yang menarik untuk dibicarakan dengan Hinata yang saat itu tampak tidak terlalu banyak bicara.
"Tidak juga kak, biasa saja" jawab Hinata singkat.
.
.
"Itu pacarmu ya?" tanya Naruto pada Hinata yang sekarang sedang membuang sampah. Tempat pembuangan sampahnya sedikit jauh beberapa meter dari tempat rekreasi
"Hah..siapa pak" tanya Hinata heran sambil menoleh kesana kemari.
"Yang duduk bersama mu tadi, itu pacarmu?" tanya Naruto lagi padanya
"Bukan pak, hanya teman. Ada apa pak?" Hinata sedikit bingung dengan pertanyaan Naruto yang menurutnya tidak terlalu jelas.
"Tidak, hanya bertanya" Jawab Naruto singkat
"Oh iya pak" Hinata berjalan mendahului Naruto, disusul oleh Naruto yang mencoba mensejajarkan langkah kakinya dengan Hinata, sontak Hinata sedikit menjauh
"Kenapa?" tanya Naruto yang melihat Hinata berjalan menjauh dari dirinya
"Bukannya bapak sudah bilang ya kita jangan terlalu terlihat akrab, nama baik bapak sebagai dosen bisa hancur" mendengar ucapan Hinata, Naruto menghentikan langkah kakinya. Merasa Naruto tidak mengikutinya lagi, Hinata berhenti dan menoleh ke arah Naruto. "Ada apa pak?" tanya Hinata
"Bukan masalah itu, saya hanya tidak ingin terjadi apa-apa karna saya yang bertanggung jawab karna saya suami kamu. Ini sedang di hutan, bukan dirumah" Jelas Naruto kemudian melanjutkan langkahnya sejajar dengan Hinata
Hinata hanya diam tanpa menjawab pernyataan Naruto, sejak awal menikah Hinata tidak pernah menyukai berinteraksi dengan Naruto, bahkan Hinata membenci pernikahan yang direncanakan orangtuanya itu. Setiap kali Hinata melihat Naruto, ada rasa kesal yang sulit dijelaskan, karna menurut Hinata, tidak ada yang lebih menyakitkan daripada harus merelakan dirinya terjebak dalam pernikahan yang tidak ia inginkan.
"Pak.." Hinata menghentikan langkahnya. Melihat itu, Naruto menoleh ke arah Hinata
"Kita menikah karna desakan orangtua, saya juga tidak pernah berharap jika pernikahan ini berlanjut seterusnya untuk waktu yang lama. Bapak tidak perlu bertanggung jawab untuk apapun terkait saya karna bukan salah bapak sudah menikah dengan saya. Saya hanya tidak ingin pandangan orang lain salah terhadap bapak maupun terhadap saya, saya sudah kehilangan hak saya untuk menentukan pilihan, saya tidak ingin kehilangan hak saya untuk tetap aman berkuliah dan bersosialisasi seperti mahasiswa lain tanpa mengubah pandangan mahasiswa lain terhadap saya. Jadi, saya ingin saya dan bapak tetap seperti layaknya Mahasiswa dan Dosen" Hinata membungkuk lalu segera pergi dari hadapan Naruto.
Melihat itu, Naruto hanya diam mencerna setiap kalimat yang Hinata ucapkan dan memang ada benarnya juga.
.
.
"Hinata, dari mana saja?" tanya Ino yang sedari tadi mondar mandir mencari Hinata. "Aku kira kau tersesat di hutan" Ino menarik tangan Hinata untuk masuk ke dalam tenda.
"Aku baru selesai membuang sampah" jawah Hinata
"Tadi, kak Toneri mencarimu" ucap Temari bersuara membuat Hinata menoleh kaget dengan ucapan Temari.
"Apa katanya?" tanya Hinata penasaran dan mendekat pada Temari
"Tidak tau, dia hanya mencarimu, ku katakan aku tidak melihatmu. Jadi, dia pergi saja" jelas Temari. Mendengar itu reaksi wajah Hinata melemas. Andai saja dirinya tidak membuang sampah dan mengobrol panjang lebar dengan Naruto, dirinya pasti bertemu Naruto tadi.
"Hmmm..apa terjadi sesuatu yang besar antara kalian berdua?" tanya Ino sambil menyipitkan matanya penasaran
"Tidak tau, sejak beberapa hari lalu dia selalu datang menyapaku. Tadi juga minta nomor ponsel ku." Jelas Hinata
"Kenapa?" tanya Temari lagi
"Apanya?" Hinata bingung dengan pertanyaa Temari.
"Ada apa dengan wajahmu. Padahal kau menyukai kakak itu dari awal masuk kuliah, tapi setelah didekati, kenapa tidak semangat?" pernyataan dan pertanyaan dari Temari memang benar, Hinata sendiri pun tidak mengerti apa yang dia rasakan sekarang. Disisi lain, dirinya senang bisa dekat dengan orang yang dia sukai, tapi disisi lain dirinya merasa tidak enak dengan Naruto, ditambah lagi Hinata kepikiran karna sudah berkata seberani tadi pada Naruto.
"Terlihat begitu ya?" Hinata menangkup wajahnya dengan kedua tangannya. "Entahlah, aku ragu"
"Ragu kenapa, Hinata? Kau sudah punya pacar ya?" tanya Ino membuat Hinata membulatkan matanya menatap Ino tajam. "Hehe..bercanda, Hinata"
Sesudah berbincang-bincang begitu lama, ketiganya pun tertidur. Selesai lah hari pertama mereka rekreasi universitas hari itu. Masih tersisa 2 hari lagi, tapi Hinata benar-benar ingin cepat berakhir.
"Sedang apa pak?" suara lelaki itu memecah lamunan Naruto yang sedang duduk disebuah kursi sambil memandang langit
"Hanya cari angin pak, pak Sasuke sendiri sedang apa?" tanya Naruto sambil menoleh ke arah Sasuka yang berjalan ke arahnya
"Saya tidak bisa tidur pak, tidak biasa tidur di alam luar seperti ini" jelas Sasuke. Sasuke adalah salah satu dosen yang mengajar juga di Universitas yang sama dengan Naruto.
"Begitu ya" jawab Naruto singkat.
Keduanya lanjuy ngobrol santai sampai tengah malam karna keduanya benar-benar sulit untuk tidur.
Naruto bukan orang yanh pandai bercerita tentang masalah yang ia alami, berbeda dengan Sasuke yang apa saja kejadian yang dia alami akan dia ceritakan, katanya supaya lega..
.
.
.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Hate but Love
RomanceMenceritakan seorang Dosen yang dipaksa menikah dengan Wanita yang ternyata adalah Mahasiswanya sendiri. Semua menjadi rumit ketika satu kesalahan fatal terjadi diantara keduanya.
