Part 30

640 32 2
                                        

"Kau ingin tau bagaimana aku jika kesal ?" Lelaki itu menarik rambut Karin sehingga membuat Karin mendongak ke atas dan meringis kesakitan saat merasakan perih di kulit kepalanya.

"Sudah ku bilang, jangan pernah menemuiku lagi. Kau ingin istriku dan anak-anakku tau" ucapnya lagi, Karin hanya bisa menangis.

"Kau tau, di perutku juga ada anakmu, brengsek" cela Karin membuat lelaki itu bertambah kesal.

"Kau pikir aku peduli, itu salahmu sendiri kenapa bisa hamil. Untuk apa kau menemuiku, berharap aku akan bertanggung jawab, Cihhh" Lelaki itu mendorong kepala Karin dan melepaskan tangannya dari rambut Karin.

Lelaki itu adalah Hidan, lelaki yang sama yang tidur bersama Karin saat Naruto memergokinya saat itu. Seorang lelaki yang ternyata juga punya istri dan seorang anak, namun karna satu pertemuan yang membuat keduanya berada dalam masalah sekarang.

"Ingat ya, aku tidak mau ada orang yang tau jika itu adalah anakku. Aku juga tidak yakin itu anakku, bukannya kau memang tidur dengan sembarangan orang" Ucap Hidan

'Plakkkkkk'

Karin menampar wajah Hidan tidak kuat menahan kesal karna pernyataan lelaki itu. Air mata Karin sudah tidak tertahankan lagi, menerima semua perlakuan dan hinaan Hidan padanya.

Tidak kalah kesal, Hidan pun menampar pipi kiri Karin, meremas pergelangan Karin dan menyeret Karin pergi. Tapi Karin tetap kekeh ingin bertahan disitu berharap lelaki itu berubah pikiran, namun yang terjadi malah kekerasan demi kekerasan yang Karin dapatkan.

Karin menangis di sudut kamarnya setelah Hidan memaksanya pulang, bukan hanya memaksa tapi mengusir Karin dengan tidak layak. Wajah dan tubuh Karin penuh dengan memar dan luka tamparan.

Karin mengelus perutnya yang masih rata saat ini, menangis sejadi-jadinya.

Karin berjalan menyusuri jalan dengan pikiran kosong dan bingung apa yang harus dia lakukan dengan bayi tanpa ayah. Karin diselimuti rasa bersalah yang mendalam pada Naruto, pada bayi yang dikandungnya bahkan pada dirinya sendiri.

Karin menyeberangi jalanan dengan tatapan kosong, dia bahkan tidak peduli dengan apa yang akan terjadi, wajah dan tubuh yang kini memar, rasa sakit yang dia rasakan pada tubuhnya.

'Tiiiiiiiittttttttt'

Karin merasakan tangannya ditarik dengan keras, badannya terhuyung. Kepalanya terasa pusing melihat lampu-lampu mobil dijalanan, pandangannya kabur, namun dia dapat mendengar suara teriakan laki-laki yang datang menghampirinya saat itu.

"Apa yang kau lakukan?!" bentak lelaki itu menarik tangan Karin dan membawanya menepi.

Karin mendongak ke arah suara dan melihat Naruto yang kini berada dihadapannya dengan wajah sangat khawatir. Karin sudah tidak punya tenaga hingga akhirnya pingsan dan memeluk Naruto.
..
"Kondisinya saat ini tidak terlalu baik, tapi untung saja bayi yang dikandungnya tidak ada masalah. Sepertinya istri bapak mengalami trauma" Jelas dokter yang menangani Karin saat itu dirumah sakit.

"Apa saya bisa masuk?" tanya Naruto khawatir akan keadaan Karin dan dibalas anggukan oleh dokter.

Naruto menatap Karin prihatin, melihat memar di wajah dan tubuh Karin membuat Naruto bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada Karin sebenarnya.

"Naruto.." suara Karin lirih memanggil Naruto saat mulai sadar dari pingsannya.

"Jangan banyak bergerak dulu" ucap Naruto. "Ada yang ingin kau makan?" tanya Naruto memberikan segelas air minum pada Karin.

'Tok..tok..tok' suara pintu berbunyi dan terbuka memperlihatkan Hinata datang dengan pascel buah ditangannya.

Karin menatap Hinata dan Naruto secara bergantian.

Hate but LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang