31 - pilihan

20.7K 2.1K 567
                                    

Nama tokoh, tempat kejadian dan konflik cerita ini hanya fiktif belaka.

.

.

.

.

******

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

******

Malam yang Jesher tunggu-tunggu akhirnya tiba, saat dimana ia akan menghadiri pesta meriah yang dibuat oleh salah satu putri dari pesohor negeri sebagai perayaan ulang tahunnya yang ke 18 tahun. Beberapa jam lalu Jean telah menghubunginya bahwa dia akan menunggu ditempat acara, jadi mau tak mau Jesher harus berangkat bersama Rival.

"Gue nggak kenal siapa-siapa, Val. Cuma Jean doang." Jesher mulai mengeluh tak nyaman. Sejak mobil melaju meninggalkan kediaman Tarendra hatinya mulai tak tenang. Walau kali ini ia cukup excited, tak bisa dipungkiri bahwa ada begitu banyak kekhawatiran yang hadir dibenaknya, tentang pandangan orang-orang tentangnya juga bagaimana nanti dia akan membaur bersama mereka yang dari kalangan atas.

Sebenarnya bukan hanya Jesher, dibalik kemudinya Rival pun menyembunyikan keresahan sendiri. Semua berawal ketika Tarendra mengingatkannya untuk lebih berhati-hati. Yang mana jika lelaki dengan insting kuat itu sudah mendapat firasat buruk, selalu ada hal tak mengenakkan yang akan terjadi.

Yang membuat Rival heran adalah alasan Tarendra tetap membiarkan putra kesayangannya ini keluar dari rumah walau dengan setumpuk risiko yang mungkin saja terjadi malam ini.

"Ceweknya pasti cantik-cantik 'kan Val?"

Sungguh, Rival ingin menggetok kepala anak itu jika ia sedang tidak memegang setir. Bisa-bisanya malah memikirkan perempuan.

"Ada tipe gue nggak ya kira-kira?"

"Emang tipe lo yang kayak gimana?" Tanya balik Rival tanpa mengalihkan pandangan dari jalan.

"Yang keren. Kayak Natasha Romanoff." Jesher tanpa sadar tersenyum lebar memikirkan salah satu karakter wanita dalam film yang menjadi favoritnya. Tokoh yang diperankan oleh Scarlett Johansson itu sangat ia kagumi sejak dulu. Sampai mengidam-idamkan memiliki pacar yang bisa sepertinya.

"Mana ada cewek begitu? Yang realistis aja Jesh." Rival geleng-geleng kepala mendengarnya. Bukannya ingin mematahkan semangat dan harapan, ia hanya tak mau remaja itu menaruh angan terlalu tinggi pada hal yang mustahil.

"Pasti ada." Jesher balas bersungut, sama sekali tak terpengaruh dengan ucapan Rival barusan. Ia tetap meyakini bahwa diantara milyaran manusia dimuka bumi ini pasti ada yang mendekati tipenya.

"Terserah lo Jesh. Kita udah sampe." Rival memutar setir, memasuki pekarangan rumah milik keluarga Mahardika yang merupakan seorang pengusaha real estate yang sukses.

STRANGERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang