Bab47

2.4K 65 5
                                        

🧕: maafin yah terlalu banyak typo nya😭,
.
.yuk kita lanjut lagi,abaikan kekurangan 👌

.......

"Ayyana..Ayuk dimakan dulu nak, jangan buat ibu takut" ibu Ainun berusaha sebisa mungkin untuk membujuk ayyana Karena Dari kemaren ayyana belum makan,

Ayyana duduk di sudut musholla rumah sakit, ia terus memeluk erat kedua kakinya,ntah kenapa bayangan yang penuh darah itu membuat ayyana takut dan trauma,

"Sampai kapan kamu kaya gini terus?"

"Sampai mas Fauzan sadar Bu"

"Dokter aja belum bisa perkira kan kapan Fauzan siuman, yuk di makan"

Ayyana hanya menggeleng, air matany jatuh begitu saja tanpa Isakan, Bu Ainun yang melihat itu pun segera meletakan bubur itu dan beralih memeluk ayyana,

"Udah dong Ayy...jangan di tangisin terus kamu tuh harus sabar nunggu Fauzan siuman, jangan nyiksa diri sendiri"

"Ga bisa bu, ayyana ga bisa tenang kalau mas Fauzan belum sadarkan diri"
Suara ayyana benar-benar terdengar lemas,

"Bu ayyana mau lihat mas Fauzan"

"T..ya..tapi Ayy kamu belum ma_" belum sempat Bu Ainun selesai bicara ayyana sudah pergi begitu saja,

"Astaghfirullah ayyana".

Ayyana sudah duduk tepat di samping Fauzan yang terbaring lemah, posisi yang sedikit me miring karena ada jahitan luka di bahu sebelah kanannya,

Ayyana terus menatap iba ke arah wajah Fauzan yang sedang memejam kan mata,sudut bibir yang biru sedikit memak, serta luka di sudut mata yang masih berbekas warna darah nya,

"Mas...karena ayyana kamu jadi begini" ayyana mengelus lembut rambut hitam dan tebal milik suaminya itu,

"Ayyana minta maaf mas hiks..ayyana udah buat kamu kaya gini hiks..hiks.." ayyana begitu lama mencium punggung tangan Fauzan,

Sudah 2 hari Fauzan belum juga sadarkan diri, sesakit apa di dalam tubuhnya sampai ia terlalu nyaman untuk tidur,

"Mas..." Ayyana mengarahkan  jari telunjuknya untuk menyentuh hidung Fauzan,

"Bangun yuk...kita bercanda lagi, hiks...ayyana rindu di imamin kamu mas"
Ayyana terus menyentuh hidung Fauzan jari telunjuknya naik turun ke pangkal hidung dan ujung hidung,

"Mas...bangun...kamu ga kangen sama ayyana?" Ayyana mulai berhalusinasi seakan-akan sedang ngobrol dengan Fauzan, ia tersenyum namun matanya mengeluarkan air,

"Hiks..hiks..mas ga kasian sama ayyana, ayyan tuh nungguin mas terus, tapi kamu nya ga sadar-sadar hiks..hiks..hiks.." Isak tangis nya sudah tak tertahan lagi, ayyana menangis di atas tumpuan kedua tangan nya yang berada di sebelah Fauzan,

"Ayyana...minggir kamu!" Kata sayyidah yang baru saja tiba di ia mendorong bahu ayyana, hingga membuat ayyana bergerak dari samping Fauzan,

Ayyana pun berdiri karena terkejut dengan pergerakan saayyidah itu,

"Kenapa bukan kamu yang koma! Kenapa bukan kamu yang mati sekalian!" Bentak sayyidah menahan amarah nya,

Ayyana masih tercengang dengar kata-kata sayyidah, ayyana menatap heran ke arah sayyidah, karena ayyana tidak tau dalang di balik semuanya,

"Hheehhhhhkkkk" sayyidah mendorong keras ayyana hingga terjatuh ke lantai,

"Aauuhhh..." Luka di pergelangan tangan ayyana masih sangat terasa sakit karena bekas ikatan yang terlalu kencang,

"Kamu ini kenapa Ning? Salah saya apa?" Tanya ayyana yang masih bingung dengan tingkah sayyidah, ayyana mencoba untuk bangkit,  namun

"Aauuhhh sakit Ning!" Teriak ayyana yang merasa kesakitan karena kakinya yang di injak kuat oleh sayyidah,

Habibati Gus FauzanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang