" mau kemana? " Tanya Rico saat melihat Lily menuruni anak tangga
Gadis itu mengenakan balutan dres berlengan pendek , dengan panjang selutut , membuat nya terlihat sangat memukau
" Keluar bentar , yang lain kemana? "
Gadis itu mengedarkan pandangannya ke segala arah saat tak mendapat kehadiran siapapun disini , kecuali cowok di hadapannya ini
" Kondangan ke tempat temen papa , berangkat subuh soalnya lumayan jauh keluar kota " jawab cowok itu sembari memakan cemilannya kembali
" Tumben lo bangun pagi " menatap nya curiga
Melihat kearah Rico yang tengah duduk santai di ruang keluarga sembari menonton siaran dua kembar tuyul Tadika Mesra
" Bangun siang salah bangun pagi juga salah , emang yang paling bener gua ga usah bangun lagi " mencebikan bibirnya kesal
Membuat Lily terkekeh kecil melihat tingkah nya
" Plot twist nya entar gue yang ga bangun lagi " celetuk gadis itu , seketika Rico menatap nya tajam
" Maksud lo?, Coba ulangin "
Melihat raut wajah serius Rico menatap nya galak seketika membuat nyali gadis itu menciut
" Hehe bercanda ,,,, udah yah bye leya berangkat , ntar siang gue pulang " pamit Lily sembari melarikan diri tanpa mendengar jawaban cowok itu .
Langkah kakinya menyusuri lorong rumah sakit , berbelok menuju ruangan yang di tuju
Saat telah sampai di depan pintu bercat putih dengan papan nama kecil tergantung disana
Tanpa berpikir lama gadis itu mengetuk terlebih dahulu , setelah mendengar balasan dari penghuni barulah dirinya memasuki ruangan tersebut
" Selamat pagi ly , bagaimana kabar mu? "
Bibirnya melengkung keatas , tersenyum sopan sangat cocok dengan Raut wajah nya yang begitu cantik meski seolah tak termakan usia
" Seperti biasa , tidak buruk dan tidak ada mengesankan " jawabnya , menduduki tubuhnya di kursi yang berhadapan langsung dengan Dokter Siska , hanya terhalang meja diantara keduanya
" Sepertinya hari ini suasana hati mu sedang tidak baik "
" Mau bercerita?? "
Tak langsung menjawab , gadis itu memandang lekat dokter Rani dihadapan nya , sosok wanita yang beberapa minggu terakhir membantu dirinya untuk mengenali dirinya sendiri
Setelah gadis itu menetap bersama tuan Surya , dirinya di paksa untuk melanjutkan psikoterapi yang sempat tertunda lantaran gadis itu selalu membatalkan jadwal temunya bersama dokter Rani
Lily yang pada awalnya ingin menolak seperti sebelum-sebelumnya , kini tak dapat mengelak lantaran dirinya telah diawasi langsung oleh bodyguard tuan Surya untuk memantau jadwal temunya dengan dokter Rani , mungkin saat ini hanya tuan Surya dan bi suri yang mengetahui masalah ini , ia harap yang lainnya tidak perlu tahu
" Aku kehilangan seseorang " ucap Lily pelan , memandang dokter Rani dengan tatapan rumit
" kamu merasa tersiksa? "
" Tidak . hanya sedikit merasa ada sesuatu yang hilang , mungkin? " Jawab gadis itu dengan tak yakin
Sungguh dirinya benar-benar merasa bingung bukankah dirinya mati rasa Hingga mengalami gangguan mental berupa Borderline personality disorder (BPD) , dimana itu semua terjadi karena luka masa kelamnya hingga membuat nya trauma mendalam
Jika memang itu semua benar , lalu mengapa kini dirinya merasa seperti mengulang perasaan yang dimana saat pertama kali sosok kecil dalam dirinya menangisi kepergian kakek neneknya
KAMU SEDANG MEMBACA
Pulang Dan Hilang
Ficção AdolescenteSedang dalam tahap revisi⚠️⚠️ Menuju ending 🧚🧚 Nama Lily sendiri di ambil dari sebuah bunga yg berasal dari Eropa yaitu Lily of the valley Yg memiliki arti " keberuntungan dan kebahagiaan " namun kehidupan seorang Lily disini sangat berbanding te...
