42

55 3 0
                                        

Suara kendaraan yang berlalu lalang di jalanan mewarnai pagi hari ini sebagai tanda dimulainya aktivitas setiap orang, begitu juga dengan azura yang baru membuka toko bersama para karyawan nya. Sudah beberapa hari ini azura tidak datang ke toko ini karena sibuk bolak-balik rumah sakit untuk melihat kondisi bundanya, hilya memang belum sadar dari koma nya tapi dokter bilang kondisi nya sudah mulai setabil.

Sementara kehamilan azura yang masih berada di masa-masa awal kehamilan berjalan lancar, azura tidak mengalami keluhan apa pun ia bisa menjalani hari-harinya seperti biasa tapi justru Shaka lah yang setiap pagi hari menghabiskan waktu nya setidaknya 30 menit dikamar mandi hanya untuk memuntahkan isi perutnya, belum lagi Shaka yang sensitif dengan bau-bau tertentu hingga membuat Shaka harus cuti dari pekerjaan nya selama beberapa hari.

Drrt drrt

Suara deringan ponsel itu memecah pokus azura yang sedang menghitung penjualan bulan ini, azura meraih handphone nya yang tidak jauh dari nya, azura tersenyum ketika melihat siapa yang menelpon nya.

"Assalamu'alaikum mas"

"Wa'alaikumussalam sayang, kamu sudah sampai bakery?"

"Alhamdulillah sudah, mas gimana? Udah enakan? Atau masih mual?"

"Alhamdulillah sudah enakan, ini sekarang mas lagi minum teh anget"

"Alhamdulillah kalau gitu"

"30 menit lagi mas kerumah sakit, nanti mas ke bakery kamu saat jam makan siang"

"Loh mas istirahat saja dirumah, nanti kalau muntah-muntah lagi gimana? Kondisi mas kan belum setabil"

"Mas udah baikan kok sayang, mas juga sudah ada janji dengan salah satu pasien mas"

"Oh Alhamdulillah kalau begitu*

"Mas tutup dulu telponnya ya sayang, assalamualaikum"

"Wa'alaikumussalam"

Setelah panggilan dengan shaka berakhir azura memutuskan untuk membuka akun Instagram nya dan yang pertama muncul adalah postingan Hanna yang sedang berbulan madu, ya Hanna dan Reza sepasang pengantin baru itu kini tengah berbulan madu di Jepang negara impian Hanna sejak dulu.

Azura tersenyum melihat Poto kedua sahabatnya nya itu yang mana pertama nya adalah Poto yang romantis dengan pemandangan gunung Fuji dibelakang nya tetapi ketika azura mengeser lagi justru di akhir terdapat Poto reza yang sedang tidur dengan wajah penuh coretan, ulah siapa lagi jika bukan ulah Hanna. Setelah beberapa saat asik bermain ponsel azura meletakkan kembali handphone nya, ia kemudian melanjutkan kembali pekerjaan nya.

****
Kini sudah jam makan siang, azura sedang mondar-mandir di depan toko bakery nya menunggu Shaka yang katanya akan datang untuk makan siang bersama. Hingga kemudian Shaka mengirim pesan azura buru-buru membuka nya

Mas Shaka 😋
Online

Assalamu'alaikum sayang

Kamu bisa kesini?
Bunda sudah sadar

Senyuman terbit dari kedua sudut bibir azura ketika membaca pesan dari Shaka, tanpa menunggu lama lagi azura segera menuju rumah sakit yang tepat berada disamping toko bakery nya. Azura berjalan terburu-buru sedikit berlari menuju ruangan tempat hilya dirawat, azura langsung membuka pintu dengan nafas nya yang sedikit terengah-engah ia melihat disana ada Shaka, om vino, ayah nya yang sedang duduk disamping bundanya sambil mengenggam tangannya serta bunda nya yang tersenyum saat melihat kedatangan azura.

"Bunda..." Azura segera memeluk hilya dan tak mampu menahan air matanya, selama beberapa hari ini ia menunggu mata itu terbuka dan hari ini ia bisa kembali melihat mata indah itu

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 14 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

di Langit IstanbulTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang