34

775 88 11
                                        

Author's POV.

Hari sudah malam, para gadis kelas A sedang mengobrol ringan di lantai 1.

"Setiap hari latihan kita berat terus...," keluh Ashido.

"Sesuai dengan namanya yaitu latihan intensif, ya." -Hagakure.

"Ujian surat izin sementara akan dimulai kurang dari seminggu lagi." -Yaoyorozu.

"YaoMomo, bagaimana perkembangan jurus pamungkas mu?!" Tanya Hagakure.

Yaoyorozu memegangi pipinya, "ada banyak hal yang ingin kulakukan, tapi tubuhku masih belum sanggup. Jadi aku masih perlu mengembangkan Quirk ku dulu."

"Nah, kalau aku sebaliknya. Mungkin karena akhir-akhir ini aku rutin makan ramen, energi ku sangat besar sehingga skala serangan ku juga besar. Jadi aku belajar membuat jurus pamungkas dengan skala serangan yang kecil, oh itu susah sekali..!" Curhat (Name).

"Sugoi..!" Kagum Hagakure, padahal ga ada yang perlu ia kagumi dari nem, hadeh... "Bagaimana denganmu, Tsuyu-chan?!"

"Aku sudah menyempurnakan jurus katak ku!" Jawab Asui. "Pasti kamu akan kaget melihatnya, Toru-chan."

"Bagaimana denganmu, Ochako-chan?!" Hagakure bertanya, tapi yang ditanya malah tidak menyahut sama sekali dan malah menghuleng.

Saat Asui menoel tangan Uraraka, ia kaget se kaget kagetnya, bahkan susu yang tadi ia minum jatuh.

"Kamu tampak lelah, ya." -Asui.

"Tidak, tidak! Aku sama sekali tidak merasa kelelahan. Ini baru saja dimulai!" -Uraraka, padahal jujur sama temen sendiri lebih baik loh.., beban jadi berkurang*klo temennya baik' kek kls A ini*

"Harusnya sih begitu, tapi entah kenapa, ya..." Uraraka murung kembali. "Belakangan ini perasaanku terasa campur aduk." Ucapnya, oh jangan lupa background pink pink yang menandakan jatuh cinta.

"Cinta!" Ashido menyahut. (Name) menyetujuinya, ia sudah jelas tau siapa orangnya, tapi sebagai teman yang baik tidak boleh mengumbar rahasia teman.

"A-apa?!" Uraraka langsung salting, wajahnya merah padam, "minta?! pinta?! mantera?! Aku tidak mengerti maksudmu!" Ia berusaha menyangkalnya.

'Ehe, cubanget sih Cici ipar guweh.' batin nem.

"Sama Midoriya atau Lida?!" Ashido mengajukan pertanyaan lagi. "Kamu sering bareng mereka, 'kan?!"

Uraraka menutupi mukanya, "tidak, tidak!"

Dan ya, Uraraka melayang....

Ashido dan Hagakure berusaha membujuk Uraraka agar memberi tahu siapa, mereka juga bertanya pada (Name), tapi si (Name) pura pura ngga denger.


(Name)'s POV.

Aku melihat jam tangan, "Minna, aku ke kamar duluan!"

"Eeh?! Kenapa?! Apa karena kami juga bertanya padamu?!"

"Bukan, bukan itu..! Aku ingin tidur, ngantuk."

"Benar juga." YaoMomo bangkit dari kursi nya, *di sebelahku* "Besok kita harus bangun cepat, jadi mari segera tidur." Imbaunya.

Mina bersikeras ingin mengetahui, dan ditengah keributan sesaat itulah, aku memutuskan untuk naik ke lantai 4 dan tidur. Ngok.

Sampai di kamar, cuci kaki dulu di toilet, dan... Bruk. Aku menidurkan diriku di ranjang. Rasanya lega sekali. Mengingat apa yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kenapa setiap aku masuk sekolah baru, pasti selalu di culik. Dari TK, SD, SMP, dan sekarang SMA...

Malas berdebat dengan pikiran aneh ku, aku memutuskan membuka ponsel sebentar.

𝐒𝐄𝐕𝐄𝐍𝐓𝐇 || 𝐁𝐍𝐇𝐀 𝐱 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang