59

352 38 2
                                        

Author's POV.

Setelah pertempuran berakhir, bala bantuan pun datang seperti yang sudah diperkirakan Yaoyorozu. Hawks dan All Might juga ikut datang.

All Might berlari menuju Midoriya yang tengah menggendong (Name). "Midoriya-shounen!"

"All ... Might.."

All Might memeluk Midoriya saking khawatirnya, "Kamu tidak apa-apa!? (Name) Shoujo bagaimana?!"

Midoriya meringis, "Villain .. menusuk jantung (Name)-chan dengan quirknya."

Mata All Might terbelalak, "Kita harus segera membawanya ke rumah sa—"

"Tidak usah ..." Suara serak diiringi dengan batuk terdengar, "Aku tidak apa-apa."

"(Name)-chan! / (Name) Shoujo!"

Air mata Midoriya mengalir secara tak sadar, "Kamu masih...?!"

(Name) nyengir, "Aku tidak akan mati sebelum sesuatu yang ku lindungi bahagia."

All Might mengusap air matanya, "Kalau begitu kita harus segera memeriksa mu supaya kamu tetap bisa melindungi apa yang ingin kamu lindungi, (Name) shoujo."

(Name) mengangguk pasrah, "Aku masih perlu mengaktifkan Quirk-ku sampai di rumah sakit nanti."








*






"Midoriya-san hanya perlu beristirahat. Hebat sekali tubuhmu bisa baik-baik saja setelah pertempuran dengan mempertaruhkan nyawa itu. Terlebih lagi..." Dokter melihat ke arah jantung (Name) yang kini terbalut perban dan baju rumah sakit.

"Setelah jantungmu berhenti berdetak akibat serangan lawan, kamu masih bisa hidup dan mengaktifkan Quirk dengan normal, itu sudah diluar nalar manusia."

(Name) tersenyum dibalik masker oksigen, "Banyak yang sudah terjadi. Tapi aku tidak merasakan rasa sakit sama sekali, aku baik-baik saja. Sekarang aku hanya ingin kembali ke teman-teman dan makan ramen!"

Dokter terkekeh, "Padahal kau hampir kehilangan nyawamu. Tapi lihatlah, kau masih mengingat ramen."

(Name) mengerucutkan bibirnya, "Habisnya aku lelah banget, jadi gak bisa bergerak. Kalau diberi ramen, aku jamin aku langsung sembuh total!"

Dokter menggelengkan kepalanya, "Mana ada begitu. Nah, sekarang yang terpenting istirahat dulu. Besok, kalau kondisimu semakin membaik, kamu diperbolehkan keluar rumah sakit."

"Berarti aku bisa kembali ke pulau Nabu?!" (Name) berseru senang.

"Entahlah. Untuk saat ini sebaiknya yang kamu pikirkan adalah kesehatanmu, jangan pikirkan hal lain dulu. Fokuslah pada kesehatanmu sendiri, Midoriya-san." Dokter hendak keluar dari ruangan (Name).

"Karena yang perlu sehat itu bukan hanya fisik saja, tapi juga mental."

(Name) kicep, "Dok? Mau ganti profesi jadi tukang nasihat?"






*






Dua hari kemudian (Name) sampai di Pulau Nabu. Yap, ia diperbolehkan ke sana atas izin berbagai pihak. Itupun dia harus debat dulu.

Sebenarnya alasan utama (Name) Ingin kembali ke pulau Nabu ini apa?

"Katsuma! Mahoro-chan!" (Name) merentangkan tangan. Kedua bocah itu masuk pelukan (Name).

"El nee-chan!"

(Name) memeluk erat keduanya, "Kalian baik-baik saja, 'kan?! Kalian berdua tidak apa-apa, 'kan?!"

𝐒𝐄𝐕𝐄𝐍𝐓𝐇 || 𝐁𝐍𝐇𝐀 𝐱 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang