Seperti biasa, manusia tidak luput dari kata typo, jadi mohon dimaafkan kalau ada typo yaa!
⊱ ────── {.⋅ ♫ ⋅.} ───── ⊰
Author's POV.
Semenjak menyibukkan diri dengan hal lain dan jarang melamun lagi, (Name) sudah hampir tak pernah mendengar bisikan—setan, kalau kata (Name)—tak jelas lagi.
"Para penjahat itu sering bertarung akhir-akhir ini!" Ucap Fat Gum—mentor magang (Name) dan Kirishima—sembari melahap Takoyaki nya. "Aku kelaparan!"
Fat Gum menoleh kebelakang kearah murid Magangnya. "Oh iya, agensi agensi Hero di sekitar sini mencari tipe petarung. Kalian sangat cocok untuk itu, Red Riot, El-C!"
"Senang bisa bekerja bersama kalian!" Kirishima meninju kedua tangannya. "Fourth Kind-san tidak membuka lowongan Studi Magang, jadi aku berterimakasih karena diajak bergabung disini!"
(Name) berpikir sejenak, kemudian ia menyadari. "Tunggu, kalau Red bisa di maklumi karena dia tipe petarung. Tapi, kenapa aku juga diterima Magang di sini bersama kalian?!"
Fat Gum menoleh ke arah (Name), lalu tersenyum. "Ada beberapa alasan aku menerimamu magang bersamaku. Pertama, karena Quirk mu istimewa, kedua karena katanya kamu belum terlalu bisa mengendalikan emosi tiap elemen, yah siapa yang tau, tiap elemen memiliki emosinya masing-masing. Ketiga, karena aku pernah melihat Quirk Pro Hero yang serupa dengan Quirk mu. Bahkan bisa dibilang sama."
Saat Fat Gum menekankan kata 'sama', tentu saja (Name) malah mengingat saat Aka menelpon nya beberapa hari lalu. Ia merenung sejenak sembari berjalan.
Alhasil, bisikan mulai memenuhi kepalanya. “kau tidak akan bisa melakukannya. Kau payah. Kau bahkan akan kalah dari mereka yang memiliki Quirk mengendalikan satu elemen saja!”
"Tidak. Aku bisa melakukannya!" (Name) menutup mulutnya segera, mulutnya berbicara sendiri. Kirishima mungkin sudah terbiasa dan sudah tau dari Midoriya, tapi Fat Gum dan Amajiki? Mereka hanya bisa melongo.
Fat Gum menganggapnya sedang menyemangati dirinya sendiri, "bagus, aku suka semangatmu itu!" Ia melahap Takoyaki nya kembali.
Amajiki hanya menatap (Name) dengan tatapan intimidasi. "Andai Mirio bisa kuajak ..."
"Kalian terus saja berdatangan padaku. Menyeramkan." Lanjut senpai nyali ciut itu.
"Kalau Tamaki bisa memperbaiki pikirannya yang lemah, dia pasti akan jadi sangat hebat!" -Fat Gum.
Amajiki memegangi dadanya, "tekanan itu membuatku semakin merosot ... Selalu saja seperti ini..! Dia telah mengamati ku agar bisa menyiksaku! Ini kekuatan penyiksaan, aku ingin pulang saja!"
(Name) hanya bisa tersenyum, dia sudah sedikit memahami karakter kakak senior nya, Big Three, salah satunya Amajiki.
(Name) merasa ada yang kurang, ternyata perutnya yang berbunyi karena belum diberi asupan ramen sedari patroli dimulai, walau demikian ia tidak selapar yang dibayangkan.
Dan untuk berjaga jaga, (Name) membawa kapsul penambah darah. Jaga-jaga kalau pertarungan tak terelakkan terjadi, siapa tau dia akan kehilangan cukup banyak darahnya.
"Aku tidak bisa seceria atau se positif kalian atau Mirio." -Amajiki.
'berarti, senpai hanya tau aku dari sisi positif, bukan sisi saat aku terpuruk bahkan negatif.' batin (Name).
"Kadang aku juga merasa demikian." -Kirishima. "Ada saat dimana aku tak bisa melakukan apapun saat semua orang panik. Jarak kemampuan dan pengalaman antara aku dan teman-temanku semakin jauh. Karena itulah aku ingin memperpendek jarak itu supaya aku bisa sejajar dengan mereka!"
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐒𝐄𝐕𝐄𝐍𝐓𝐇 || 𝐁𝐍𝐇𝐀 𝐱 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫
Fiksi PenggemarBagaimana rasanya menjadi kembaran dari Midoriya Izuku dan memiliki Quirk mengendalikan 7 elemen? Midoriya (Name) memiliki Quirk yang cukup berguna di pertempuran. Namun ia merasa tidak adil karena hanya dirinya saja yang memiliki Quirk. Sedangkan s...
