Hello all!
Welcome back to (Name)'s story!
Maaf kalau ada kesalahan dalam penempatan kata, ada kata tidak baku, kata toxic, dan lain sebagainya.
Okay, Happy reading and enjoy all!(◠‿・)—☆
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
.
(Name)'s POV
"985,9 meter."
"Woah! Sugoi!"
"Hampir 1 kilometer!"
"Kenapa gak sekalian 1 kilometer aja?! Gak elit banget!" batinku.
"(Name)-chan hebat sekali! Tadi kamu menggunakan angin sebagai dorongan, ya? (Name)-chan semulanya mengumpulkan angin di sekitarmu, lalu menggenggam bola dengan angin-angin itu. Saat (Name)-chan melemparnya, kamu mendorong anginnya, bukan bolanya! Oh iya, tadi juga rambut (Name)-chan menjadi sedikit kebiruan, birunya seperti biru agak tua. Tapi sekarang tidak." Analisis Izuku memang rumit. Aku sendiri saja tidak tau bagaimana cara bekerja quirk-ku sendiri.
"Benar! Kamu tau lebih banyak tentang quirk-ku dari pada aku yang punya. Dan analisis Izu-chan yang rumit itu, entah kenapa tidak bisa menempel di otakku. Tapi setiap Izuku menganalisis quirk-ku kamu selalu benar! Dan untuk rambutku, itu memang akan berubah menyesuaikan elemen apa yang ku gunakan," Jawabku mengenai perkataan Izuku tadi.
Ya ampun. Padahal kami tumbuh bersama sedari lahir ke dunia. Tapi otak kami malah berbalik. Izuku sangat pintar dalam menganalisa dan pelajaran. Tapi aku malah sebaliknya. Untunglah aku masih agak waras.
Kami kembar identik namun tak seiras kayaknya.
Eh, tidak deng. Aku juga terbiasa menganalisa, tapi aku membutuhkan lebih banyak waktu daripada Izuku. Dan analisa ku tentu saja tidak selalu benar. Sudah lama, tingkat analisa nya juga hanya 56% .
Dan kalau untuk pelajaran, aku tidak begitu pintar sih. Ya, aku mengaku. Izuku lebih unggul dalam hal ini.
Aku hanya menonjol karena quirk-ku.
Perbedaan diantara aku dan Izuku adalah berbeda gender, memiliki atau tidaknya quirk, pintar atau tidaknya dalam pelajaran, dan bahkan bisa dan tidaknya dalam memasak.
Ya, aku tidak bisa memasak.
Bukan tidak bisa, sih. Tapi kurang bisa. Aku memiliki trauma dengan benda tajam dan api. Itu karena kasus penculikan saat aku masih kelas 4 SD.
Dan itulah awal kisahku yang ingin menjadi hero. Karena saat itu All Might datang dan menyelamatkan ku yang memang sudah ada beberapa bekas luka sayat di lengan bagian atas. Ya lebih ke pundak sih.
Dan kalau untuk api, itu memang kelemahan ku. Makanya aku jarang menggunakan api sebagai senjata, karena belum bisa mengontrol nya dengan baik. Takutnya malah senjata makan tuan. Tetapi awalnya api adalah senjata utamaku. Tapi jadi bergeser karena memang aku diancam oleh penculik menggunakan Api di hadapanku. Dan api itu sempat membakar beberapa helai rambutku.
"Selanjutnya, Midoriya Izuku." Panggilan Aizawa-sensei itu membuyarkan lamunanku.
Semua pasang mata langsung tertuju pada Izuku yang di sebelahku. Aku menoleh ke arah Izuku, terlihat ia memasang tampang yang semangat.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐒𝐄𝐕𝐄𝐍𝐓𝐇 || 𝐁𝐍𝐇𝐀 𝐱 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫
Fiksi PenggemarBagaimana rasanya menjadi kembaran dari Midoriya Izuku dan memiliki Quirk mengendalikan 7 elemen? Midoriya (Name) memiliki Quirk yang cukup berguna di pertempuran. Namun ia merasa tidak adil karena hanya dirinya saja yang memiliki Quirk. Sedangkan s...
