45

541 74 3
                                        

semangat ngetik? ngga kok, author cuma pengen aja kek dulu lagi bisa update perhari 1 chapter bahkan double. belom di revisi, jadi kemungkinan ada typo.

≻───── ⋆✩⋆ ─────≺

Author's POV.

"Apa Amajiki-senpai baik-baik saja, ya?" Tanya Kirishima khawatir. "Aku mengkhawatirkannya!"

Semua diam, fokus berlari. "Tapi!" Fat Gum yang berada di sisi (Name) berhasil mengagetkan si otak Ramen. "Mempercayakan punggung kalian kepada rekan adalah sikap lelaki sejati!"

Ah, (Name) tahu. Pasti Kirishima akan langsung percaya.

"Senpai pasti akan baik-baik saja!" Nah, kan. Kirishima jadi mudah di pengaruhi atuh.

"Kamu jadi gampang di pengaruhi!" -Midoriya syok.

"Aku memang mengkhawatirkan senpai, tapi aku harus percaya padanya!" Ujar Kirishima.

"Jangan sampai waktu yang di ulur Suneater sia-sia, bahkan sedetik pun!" Fat Gum menambahi. Entah kenapa setelah magang bersama orang-orang super ekstrovert yang bersemangat (Name) malah jadi ikut-ikutan. Tapi jiwa introvert nya belum sepenuhnya lenyap.

"Baiklah!" Ucap Kirishima sembari mengepalkan kedua tangannya.

"Gendang telinga ku pecah lama-lama berada di samping mu, Red." (Name) bercanda, ia menutup telinganya sembari berlari dengan wajah datar.

"Ini aneh. Orang yang memanipulasi ruangan itu tidak menunjukkan pergerakan apapun." -Aizawa.

"Benar juga. Dinding nya tak bergerak dan berputar lagi." -Midoriya.

"Tolong jangan ingatkan lorong ombak itu .. aku malah mual mengingatnya." Gantian, sekarang mulutnya ia tutupi dengan kedua tangan. (Name) masih teringat lorong yang bagaikan ombak itu menelan ke warasan nya.

"Gomen ..."

"Kalau dia tak menghalangi kita selagi berlari seperti ini .. berarti dia tak bisa benar-benar mengamati dan memanipulasi ruang bawah tanah ini. Di atas juga ada pasukan kepolisian. Mungkin perhatian terpusat kepada mereka." -Aizawa.

"Jadi, maksudmu jangkauan pengendalian nya terbatas?" Tanya Rock Lock.

"Itu cuma perkiraan ku. Dia mengendalikan ruang bawah tanah dengan masuk ke dinding tersebut. Sepertinya dia tidak menyatu langsung dengan ruang bawah tanah. Melainkan dia bersembunyi di dinding sembari melihat dan mendengar apa yang terjadi." Aizawa mengira-ngira. "Kalau perkiraan ku benar, ada kemungkinan tubuhnya dekat dengan ruang bawah tanah yang dia kendalikan."

"Kalau mata dan telinganya mengintipi kita untuk menghalangi .. berarti aku bisa melihatnya!" Ucap Aizawa.

(Name)'s POV.

Kami terus berlari, tanpa arah dan tujuan hidup— eh apasi.

Kami terus berlari, mencari keberadaan Eri. Di saat-saat seperti ini, aku memikirkan bagaimana kalau aku terjebak di sini? Pasti pengap dan menyebalkan. Mana ini bawah tanah lagi, pasti pengap nya bukan main karena kurang udara.

Tiba-tiba, Aizawa-sensei yang berada di belakang ku terdorong oleh dinding. "Eraser!" Kirishima berteriak memanggil Aizawa-sensei.

𝐒𝐄𝐕𝐄𝐍𝐓𝐇 || 𝐁𝐍𝐇𝐀 𝐱 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang