50

655 67 14
                                        

(Name)'s POV

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


(Name)'s POV.

Saat ini adalah siang hari setelah malam tadi kami membicarakan tentang apa yang akan kami lakukan pada Bunkasai nanti.

"Aku seperti kehilangan sesuatu dalam hidupku ..," gumamku. Saat ini adalah waktu istirahat, kulihat bangku Izucchan kosong. Padahal ada yang ingin kutanyakan padanya.

"Aku juga harus menemui All Might kapan-kapan sepertinya. All Might 'kan pernah menjadi mentor sekaligus rekan setim Hinata. Siapa tahu All Might mengetahui sesuatu tentang Quirk ini, jadi aku bisa menanyakan padanya." Aku menghela nafas.

"Apa ada masalah, (Name)-san?" Tanya YaoMomo dari belakangku. Ah ya, bangkunya memang di belakangku.

"YaoMomo, apa kamu paham materi yang disampaikan barusan? Aku sungguh sedang kurang fokus!" Aku membalikkan posisiku menghadap padanya.

"Nanti ku jelaskan kalau (Name)-san main ke kamarku, deh. Terlebih itu, kenapa kamu jadi kurang fokus akhir-akhir ini?" YaoMomo mendekatkan badannya ke meja. Ingin mendengar jawaban dariku.

"Aduh ... Aku juga tidak tahu~~~ Akhir-akhir ini aku memang sering sekali mudah lelah bahkan bengong terus!" Aku memegangi kepalaku, "Rasanya seperti kepalaku dilarang untuk fokus..!"

YaoMomo berpikir sebentar, "Ah ... Aku faham. Kalau begitu, saat (Name)-san berkunjung ke kamarku nanti, aku akan menyiapkan teh herbal penenang. Setidaknya itu bisa menjadi penenang sementara untukmu, (Name)-san."

"Eh? Baiklah. Ngomong-ngomong——"

"(Name), pulpenmu diambil Kaminari!" Teriak Jiro sembari mengejar si pencuri pulpen orang. "Kemarikan heh! Nanti kau disambar halilintar topan nya (Name), lho!"

"Bodo amattt! Ambil kalo bisa!"

Ya ampun....

WUSSHH...

"Hei—"

"Dapat, wlee!" Aku menjulurkan lidah sembari mengayun-ayun pulpen di pusaran topan kecilku.

"Apa-apaan itu! Curang kau pake Quirk!" Ucap Kaminari tak terima.

"Ini 'kan milikku, jadi aku berhak mengambilnya dengan cara apapun yang kumau." Aku membalikkan badan, duduk di bangku ku dan mengobrol lagi dengan YaoMomo.

"Ukh ... Kenapa tiba-tiba aku teringat si Nao-Asu itu setiap menggunakan Quirk!?" Aku menggelengkan kepalaku, kulihat YaoMomo membuat ekspresi bingung. Lucu deh.

Aku mulai menulis dibuku catatanku.

Selang beberapa menit, "(Name)-san, kalau boleh tanya apa yang sedang kamu tulis?" Tanya YaoMomo berbasa-basi karena kami kehabisan topik.

"Oh, ini. Aku sedang menulis beberapa kata dasar dan lirik pada lagu yang akan kita nyanyikan saat bunkasai nanti." Aku menunjukkan catatanku. Baru sedikit sih, soalnya baru mulai juga.

𝐒𝐄𝐕𝐄𝐍𝐓𝐇 || 𝐁𝐍𝐇𝐀 𝐱 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang