9. Kenyataan sebenarnya

600 23 0
                                        

****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****

Perjalanan cintanya bersama Damian memang tidak mulus seperti kelihatannya. Ada banyak hal yang mengahalangi keduanya untuk bisa bersama. Namun, Damian rela melakukan segalanya hingga restu itu di dapatkan dan membawa mereka pada janji suci pernikahan.

Damian adalah segalanya bagi Kara, sebab pria itu rela melakukan apa saja dan rela mengorbankan apa saja agar mendapatkan restu dari sang otoriter.

Bersama Damian, Kara tidak pernah ketakutan, sebab pria itu bersedia memberikan dunianya agar Kara dapat tersenyum bahagia.

Semenjak kepergian kedua orang tuanya, Kara tidak punya siapapun untuk di jadikan sandaran selain Damian. Seandainya waktu dapat di putar, Kara ingin meminta Damian mengajarinya hidup tanpa pria itu.

Tubuh Damian baru saja menyatu dengan tanah namun segala masalah sudah menumpuk untuk di selesaikan. Kara tidak pernah kebingungan, tidak pernah ketakutan sebab Damian pasti akan memberikan yang terbaik untuknya. Namun, kini pria itu telah tiada. Kemana Kara harus meminta pertolongan? Siapa yang bersedia membantunya? Siapa?

Kara tertunduk. Kepalanya tidak berani dia angkat dan matanya tidak bernyali untuk beradu tatap dengan sang otoriter. Apa yang harus ia lakukan sekarang?

“Kawana Rahenazula Adhitama?!!” Kara mengangkat kepalanya secara refleks hingga tatapan keduanya beradu. Bola mata Kara bergetar menggigil ketakutan saat matanya baradu tatap dengan sang otoriter.

Danuraja menyeringai sinis takkala tatapan mereka bertemu. “Cucu saya yang sedari kecil di didik hingga punya perilaku yang luhur dan terpuji, kenapa bisa berakhir dengan wanita seperti kamu?”

“Dami tidak pernah memohon atau meminta apapun kepada saya. Namun, suatu hari dia datang memohon sambil bersujud di kaki saya. Saya bertanya-tanya, apa yang dia inginkan? Kenapa dia sampai bersujud kalau sekali saja dia mengucapkan keinginan maka saya tidak akan ragu untuk memberikannya.” Sambung sang otoriter.

Meski terkenal akan sikap tegas tak terbantahkan, tapi sejatinya Danuraja tetaplah seorang kakek yang mengasihi cucunya. Tidak ada yang tidak bisa dia berikan kepada sang cucu tunggal. Yah, setidaknya begitu sampai hari tersebut datang.

“Apa menurut kamu, saya, mertuamu, dan Damian tidak tahu tentang masa lalu kamu?”

“Darius, tolong kamu tunjukkan sesuatu kepada Nona muda ini.”

Klinik Candrawarman Medika

Catatan Medis Pasien

Nama Pasien: Kawana Rahenazula 
Nomor Rekam Medis: 03456789 
Usia: 17 tahun 
Tanggal Kunjungan:15 Januari 20xx
Dokter Penanggung Jawab: Dr. Arya Wijaya, SpOG

Shattered Dreams 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang