13. Jebakan dari Masa Lalu

455 26 0
                                        

****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****

Mungkin, Kara memang telah tumbuh dewasa dan jauh berbeda dari dirinya di masa lalu. Masa-masa polos dan naif ketika masih sekokah telah berlalu begitu saja. Namun, bukan hanya Kara yang bertambah dewasa melainkan orang-orang di sekelilingnya juga.

Kara mungkin bertambah pintar tapi orang-orang di sekelilingnya bisa jadi lebih cerdas. Sebab, jarang sekali ada yang bersedia menolong tanpa imbalan besar sebagai gantinya. Kara seharusnya lebih bijak dan lebih berhati-hati lagi dalam menerima kebaikan karena bisa jadi itu adalah sebuah jebakan.

Gerando Jaguar tentu bukan nama yang asing lagi di negeri ini. Pria itu punya relasi luas yang di wariskan kepada sang putra, Kelano. Dalam sejarah kasus yang pernah di tanganinya, Gerando tidak pernah kalah dalam persidangan begitu pula dengan Kelano.

Gerando juga bukan sosok yang benar-benar bersih sebab dia bersedia merubah yang putih menjadi hitam dan yang hitam menjadi putih demi menang dalam persidangan. Kelicikan itu tentu saja Gerando wariskan kepada sang putra.

Maka dari itu, Kara sebaiknya harus berhati-hati karena pertolongan bisa saja sebuah kelicikan yang mengatasnamakan kebaikan.

Zeusadeka Pantara Bulaleno bukan nama yang asing untuk di dengar. Bahkan kilasan masa lalu tetap membayang tak kala tatapan mata saling beradu. Anak dari pengusaha tambang batu bara terbesar se-indonesia itu juga pasti punya relasi yang tidak main-main.

Berbicara tentang masa lalu, Deka pasti akan turut hadir dalam setiap ceritanya sebab keduanya pernah menjalin kasih di masa lalu. Deka mengaku telah berubah namun tidak ada kepastian sejauh apa dia telah berubah.

Deka mungkin saja juga telah memohon maaf atas semua kesalahannya tapi bukankah dahulu Kara pernah hampir gila sebab di acuhkannya?

Belum lagi orang-orang yang menolong Kara adalah orang yang sama dengan orang-orang yang pernah menorehkan luka di masa lalu. Karena kenyataannya mereka saling terhubung satu sama lain mengelilingi Kara yang dibiarkan terjebak di tengah lingkaran sendirian.

****

Ruangan sidang dipenuhi dengan ketegangan. Hakim duduk di meja depan dengan pandangan tegas, mengawasi kedua belah pihak yang tampak penuh emosi. Di satu sisi, Kara duduk dengan tatapan kosong, sementara di sisi lain Danuraja Sigit Adhitama, kakek Damian, tampak tenang namun penuh wibawa. Kedua belah pihak siap untuk memperebutkan hak asuh anak dari Damian dan Kara. Sidang pun dimulai dengan hakim memberikan kesempatan pada Danuraja untuk berbicara terlebih dahulu.

“Yang Mulia, kami hadir di sini karena ingin memastikan bahwa cucu saya tumbuh dalam lingkungan yang stabil, aman, dan penuh kasih sayang. Dengan semua yang terjadi, saya tidak yakin Kara mampu memberikan hal-hal tersebut. Dia menghadapi banyak tekanan dari masyarakat, dan berita miring yang terus beredar menunjukkan bahwa dia tidak berada dalam kondisi yang baik untuk merawat anak ini.” Ucap Danuraja tegas

Shattered Dreams 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang