Melewati sepuluh tahun penuh penyesalan tanpa bertemu dengan Kara adalah sesuatu yang pantas di terima oleh pengecut dan bajingan sepertiku.
Selama sepuluh tahun itu pula, aku sering berangan tentang pertemuan indah yang akan aku lakukan saat berte...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
****
“Saya hamil, Pak.”
Raden terdiam dengan tubuh menegang. Suaranya sudah hilang di telah oleh angin. Otak kecilnya mulai mencerna apa maksud dari perkataan yang baru saja di dengarnya ini.
Hamil? Perempuan yang bukan Mamanya itu mengaku hamil di depan Papinya?
Tapi dia bukan Mama.
Papi bilang cuma Mama yang boleh jadi istrinya. Kalau perempuan itu hamil, apa artinya?
Kepala Raden mendadak pusing, ada banyak potongan pembicaraan yang melayang-layang di dalam kepalanya. Semakin ia mencoba mengingat, kepalanya semakin sakit.
Perlahan, memori-memori lama yang sudah terkubur muncul kembali di benaknya, seolah mendesak untuk diingat.
“Eyang… tadi Raden dengar Mama bilang sama Papa kalau Mama hamil. Hamil itu apa, Eyang?” Raden kecil duduk di pangkuan Eyang Danuraja, kepala mungilnya bersandar manja.
“Hamil itu artinya Raden akan punya adik sebentar lagi,” jawab Eyang dengan lembut sambil mengusap kepala cucunya.
“Wah, Miss di sekolah Raden juga hamil. Itu adik Raden juga, ya?”
Eyang tertawa kecil, gelengannya membuat Raden bingung. “Bukan. Adik Raden itu kalau yang hamil adalah Mama.”
“Tapi Miss juga hamil.”
“Iya, tapi suaminya Miss kan bukan Papa.”
“Oh, jadi kalau mau jadi adik Raden, suaminya harus Papa ya, Eyang?”
Eyang mengangguk sambil tersenyum. “Iya.”
“Oke deh. Besok aku bilang sama Miss supaya suaminya Papa aja. Nanti Miss jadi hamil adik Raden kan?”
“Raden…” Eyang menahan tawa sambil mengelus rambut cucunya lagi. “Dalam pernikahan itu Cuma boleh ada satu suami dan satu istri. Kalau suaminya itu Papa, istrinya Cuma boleh Mama.”*
“Kalau ternyata Papa punya istri lain gimana?”
Eyang terdiam sejenak sebelum menjawab, “Itu namanya selingkuh.”
“Selingkuh itu apa?”
“Selingkuh itu artinya Papa atau Mama melanggar janji sama Tuhan. Misalnya, Papa punya hubungan dengan perempuan lain yang bukan Mama.”
“Jadi Papa enggak boleh bikin perempuan lain hamil selain Mama ya?”
Akhirnya Raden kembali mengingat percakapan bersama Eyangnya saat ia masih kecil. Waktu itu Mamanya hamil adiknya Launa. Waktu itu juga Papa Damiannya masih hidup. Iya, itu saat sebelum ia mengantarkan dan melihat secara langsung tubuhnya tertutup oleh tanah.