17. Pertengkaran Pertama

522 21 0
                                        

****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****

Gaby tampak sangat nyaman berada dalam gendongan uncle kesayangannya, Deka. Gadis kecil itu tidak terlihat risih sama sekali saat sang uncle menggendongnya dengan satu tangan sementara tangan lainnya sibuk mencari makanan di dalam kulkas. Sesekali, Gaby mengamati apa saja yang ada di dalam kulkas, seolah ingin memastikan semua yang dia suka masih tersedia di sana.

Tidak bisa dipungkiri jika keduanya memang merasa nyaman satu sama lain. Mereka terlihat sangat serasi, tanpa adanya rasa canggung atau batasan yang membatasi. Sejak awal, Deka memang sudah berhasil mengambil hati gadis kecil itu dengan sikapnya yang perhatian, tapi tetap menyenangkan.

Sambil mencari-cari, Deka bertanya, "Gaby mau buah apa? Kiwi?" Suaranya terdengar lembut, penuh kehangatan khas seorang paman yang sangat menyayangi keponakannya.

"Mau," jawab Gaby sambil mengangguk dengan mantap. Gadis kecil itu lalu menambahkan, "Campur sama banana dan strawberries ya, Uncle." Tangan mungilnya menunjuk buah-buahan favoritnya yang tersusun rapi di rak bawah.

"Apasih yang enggak buat keponakan tersayang Uncle?" sahut Deka sambil tersenyum lebar. "Tapi ada syaratnya..." lanjutnya dengan nada yang sedikit menggoda.

Gaby mengernyitkan kening, bingung sejenak. "Apa syaratnya, Uncle?" tanya gadis kecil itu penasaran, matanya bersinar penuh keingintahuan.

"Kiss Uncle dulu," Deka menunjuk pipinya dengan gaya bercanda, seolah menguji keponakannya itu.

Tanpa pikir panjang, *Mwahh*, Gaby langsung memberikan ciuman bertubi-tubi pada kedua pipi sang Uncle. Suara ciuman yang begitu nyaring membuat Deka tertawa lepas. Merasa ciuman yang diberikan keponakannya itu begitu brutal namun menggemaskan, Deka balas mendaratkan ciuman lembut di pipi Gaby.

"Uncle kan Uncle kesayangan Gaby!" seru Gaby sambil terkikik.

"Karena Gaby sudah kasih Uncle kiss yang banyak, jadi Uncle juga harus kasih Gaby buah yang banyak, oke?!" kata Deka sambil tersenyum lebar, menunjuk-nunjuk buah yang akan dia siapkan.

Gaby langsung mengangguk dengan semangat, senyumnya mengembang lebar. "Iya, Uncle!" katanya ceria.

Deka dengan cekatan mengambil buah yang diminta oleh Gaby, mengeluarkannya dari kulkas dengan hati-hati agar tidak membuat keponakannya terganggu di gendongannya. Dia kemudian memanggil Nani, salah satu asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja di rumahnya.

"Nani, tolong potongkan untuk keponakan saya," titah Deka dengan santai, tapi masih tetap ramah. Nani, yang memang sudah akrab dengan keponakan bosnya itu, tersenyum kecil sebelum menunduk dan menjawab.

"Baik, Pak," jawab Nani sambil dengan sigap mengambil buah-buahan dari tangan Deka. Nani mulai memotong kiwi, pisang, dan stroberi dengan rapi di meja dapur.

Sambil menunggu, Deka mengayun-ayunkan Gaby perlahan di tangannya, membuat gadis kecil itu terkikik geli. "Uncle... jangan goyang-goyang terus, nanti Gaby jatuh!" protes Gaby sambil tertawa.

Shattered Dreams 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang