48. Melihat secara langsung

317 27 10
                                        

****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****

Kara cukup terkejut saat menerima pesan dari Mataya. Awalnya pesan itu diabaikan begitu saja tapi, ada sesuatu di dalam dirinya yang memaksa untuk melihat isi pesan itu. Tidak ada hal apapun yang dipikirkannya sebelum membuka pesan itu sampai pesan itu ia baca hingga selesai.

Mataya mengirimkan sebuah pesan berisi permintaan tolong, alamat, sebuah nomor dan deretan angka yang Kara duga sebagai nomor pin. Meskipun mereka tidak pernah dekat dan baru berbicara berdua ketika di taman rumah sakit, ada sesuatu di dalam dirinya yang merasa khawatir.

Dengan dorongan yang kuat dari dalam dirinya, Kara segera menuju tempat yang dikirimkan oleh Mataya. Awalnya ia ragu untuk menekan pin tapi, lagi-lagi ada dorongan yang kuat dari dalam dirinya. Begitu pintu terbuka, ia merasa terkejut mendengar suara pria yang terdengar tidak asing. Langkahnya meraba lantai marmer dengan perlahan tanpa menimbulkan suara.

Namun, kedua mata Kara terbelalak saat melihat pemandangan di depannya, Mataya tampak dicekik oleh seorang pria yang kini ia yakini adalah Keyzo. Dengan keberanian yang tidak tahu datangnya dari mana, ia maju dengan langkah yang cepat dan mendorong Keyzo menggunakan seluruh tenaganya.

“Aku takut, Ra.” Kara segera memeluk tubuh Mataya yang bergetar ketakutan bahkan air mata sudah banjir membasahi wajahnya.

“Aku rasa kamu terlalu ikut campur urusan orang lain, Kara.” Desis Keyzo menyatakan ketidaksukaan.

Kara melepaskan pelukan Mataya, bangkit dan menantang Keyzo lewat sorot matanya. “Kamu hampir aja membunuh istri kamu sendiri, Keyzo!” tekan Kara. “Aku nggak tahu masalah kalian tapi, tindakan kamu barusan itu gila!” lanjut Kara dengan amarah yang masih sama.

“Gila?”sahutnya. “Perempuan di samping kamu itu yang bikin aku gila! Perempuan jahat itu pembunuh!” tambahnya.

Mataya sudah menangis di sudut dinding sejak tadi, sementara Kara masih mencoba mencerna semua kejadian yang baru saja terjadi. Ia tidak tahu cara menyikapi perilaku Keyzo dengan benar, seingatnya pria itu bukan sosok yang dulu pernah ia kenal.

Dulu, Keyzo hanyalah anak SMA tengil yang suka gonta-ganti pacar tapi tidak pernah lebih dari itu. Tapi, sosok yang ada di hadapannya ini jelas sangat berbahaya. Pria itu tidak segan menyakiti siapapun yang dianggap mengganggu dominasinya.

Tatapan dan sorot mata yang Keyzo pancarkan bukanlah tatapan manusia biasa. Ada kemarahan, kebencian dan sesuatu yang tidak bisa Kara jelaskan tapi, terasa dingin dan gelap.

“Kara,” panggil Keyzo dengan nada rendah. “Dibanding kamu sibuk ngurusin rumah tangga orang lain, kenapa nggak urus rumah tangga kamu yang berantakan itu!” sindirnya.

“Kamu bisa bicara baik-baik sama Mataya.”

Keyzo tertawa sarkas sambil memberikan tatapan dingin, “Aku rasa seorang pembunuh nggak butuh hal seperti itu!”

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 25, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Shattered Dreams 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang