45. Rasanya Kehilangan

237 20 6
                                        

Hi semua readers setia Shattered Dreams 2, aku mau ucapin terima kasih yang sebanyak-banyaknya karena kalian masih setia untuk menunggu cerita ini. Semoga kalian enjoy lagi ya baca cerita ini.

****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****

Umur adalah hal paling rahasia dalam hidup manusia. Hari ini kita bisa tertawa, besok bisa jadi kita menangis sekuat-kuatnya. Hari ini kita bisa bersama tapi bisa jadi besok kita akan tersisa sendirian. Karena tidak ada yang tahu pasti bagaimana alam mengambil perannya.

Mungkin hal tersebut juga yang membuat Deka hari ini berdiri di tengah kerumunan manusia berbaju hitam yang sama-sama menunduk dengan raut sedih. Tidak ada yang tahu umur, Deka pun kembali sadar mengenai ironi itu tak kala matanya menatap Keyzo yang matanya luar biasa memerah.

Tidak ada air mata yang keluar tapi Deka tahu seberapa terluka sahabatnya itu.

Kieran Liam Alarka, pergi untuk selama-lamanya meninggalkan kedua orang tuanya yang terlihat sangat terpukul. Bocah berusia lima tahun itu pergi tanpa memberi tahu kedua orang tuanya hingga nestapa terlukis nyata.

Deka tidak pernah merasa kehilangan semacam itu hingga rasanya terlalu asing untuk bisa ia mengerti, tapi mungkin sakitnya lebih sakit dari pada saat ia tidak bisa bertemu Kara selama sepuluh tahun.

Keyzo tidak akan pernah bertemu anaknya Liam lagi.

Baik itu besok,

Satu tahun lagi,

Atau sepuluh tahun lagi karena bukan negara yang menjadi pemisah mereka, melainkan kehidupan dan kematian.

Deka mengalihkan tatapannya pada Mataya yang berdiri di seberangnya. Tidak ada raut kesedihan yang begitu kentara. Hanya ada tatapan kosong yang tidak bisa di jelaskan apa maksudnya.

Dalam suasana duka itu, Deka jadi bertanya pada dirinya sendiri. Bagaimana jika hal tersebut terjadi padanya? Bagaimana jika Raden atau Launa yang meninggalkannya? Meski bukan anak kandungnya, tapi Deka sudah terlanjur menyayangi keduanya.

Membayangkannya saja Deka tidak sanggup. Jika hal itu sampai terjadi, bisa-bisa ia menggila dan kehilangan kewarasan, apalagi sudah dua kali Raden terluka akibat tindakannya yang tidak berpikir dulu.

Di tengah kerumunan ramai orang-orang yang berduka, Deka baru ingat kalau dia belum menemui Raden lagi semenjak pertengkaran terakhirnya bersama Kara.

Kira-kira bagaimana kabar Raden?

Apakah Raden masih takut kepadanya?

Pikiran itu buyar tak kala semua orang mulai meninggalkan area pemakaman termasuk Mataya yang terlihat mulai balik badan saat suasana telah sepi.

Namun, tiba-tiba saja Keyzo yang sedari tadi diam membuka suara. "You must be happy, right?" tanyanya entah pada siapa tapi tampaknya pertanyaan itu tertuju untuk Mataya yang terlihat menghentikan langkahnya.

Shattered Dreams 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang