Nana terkekeh memukul bahu Rafael pelan, "Aku masih bisa jalan sendiri, Fael"
Rafael mengerutkan keningnya dalam, memandang garang gadis itu. Nana menahan tawanya sambil mengusap kerutan di dahi kekasihnya, "Aku bisa jalan sendiri, sayang..."
"Kamu masih lemes, nanti kalau jatuh gimana?" ujar Rafael khawatir. Nana sudah bisa pulang, tapi mereka berdua masih di dalam ruangan karna memperdebatkan hal ini. Bahkan saking jengah nya, Lea dan Samuel keluar duluan sambil membawa barang barang Nana
Nana menangkup kedua pipi Rafael, "Kan ada kamu yang pegangin akuuu" ucap Nana gemas seraya menguyel-nguyel pipi lelaki itu
Rafael menghela nafas pendek, kekasihnya butuh istirahat, jadi dia akan mengalah. Rafael mengangguk pelan sambil mengambil tangan Nana untuk di genggamnya
°°°°°
"Ayo, naik. Udah mulai panas nih" titah Samuel yang sudah duduk manis di tempat kemudi. Lelaki itu sudah meminta maaf kepada Nana tadi, dan seperti biasanya. Nana pasti menjawab dengan kalimat 'gak papa'
"Ayo, Na" Lea menarik pelan tangan Nana, tapi di tahan oleh Rafael
"Bentar" Rafael melepaskan genggamannya, kepala dia sedikit masuk kedalam mobil Samuel lewat jendela, setelahnya dia berjalan kembali menghampiri Nana
"Naik mobil aku aja ya?" tawar Rafael memandang Nana khawatir
"Mobil lo kan di kost" ucap Lea bingung
Rafael berdecak, dia menarik lembut Nana untuk masuk ke pelukannya. "Mobil Sam ada pewangi nya, nanti kamu mual, sayang" bisik Rafael di telinga gadis itu
Nana mengerjap, sebenarnya seberapa banyak Rafael tahu tentang dirinya. Dia mendongak menatap lelaki itu, "Yaudah, naik mobil kamu aja"
Nana melepaskan pelukannya, dia menatap Lea yang sedang menunggu kepastian. "Kamu sama Samuel duluan aja, Le"
"Terus lo naik apa baliknya?"
"Naik mobil, Fael"
"Tapi mobil dia ma-"
"Lagi di jalan, Rafael nyuruh orang buat nganterin mobilnya" ucapan Lea di potong oleh Samuel. Lelaki itu sudah paham tabiat dari sahabatnya
"Yaudah, gue duluan ya" ujarnya sambil mengusap pelan pundak Nana yang di balas anggukkan kepala oleh gadis itu
Setelah mobil Samuel tidak terlihat, tidak lama kemudian mobil Rafael datang. Dari dalam mobil keluar pria setengah baya yang langsung menghampiri Rafael.
"Ini Den kuncinya" ucap pria itu sambil memberikan kunci mobil ke Rafael
"Makasih, Pak" Rafael membuka dompetnya dan menarik beberapa lembar uang berwarna merah, "Buat ongkos pulang, duluan ya Pak"
Rafael keluar dari lobby, sambil menggenggam erat jemari Nana. Sesampainya di depan pintu mobil, Rafael tidak Membukakan pintu mobil untuk gadis itu seperti biasanya. Nana mendongak menatap Rafael, lelaki itu menunjuk pintu mobil dengan dagunya, "Buka sendiri"
Klek
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.