"Kenapa murung gitu?"
Joshua melirik sekilas ke arah Evelyn. Wajah gadis itu tampak lelah, bukan lelah sesaat, tapi lelah yang sudah mengendap berhari-hari. Kali ini, dia tak bisa lagi pura-pura tak melihatnya.
"Hah? Apa?" Evelyn tersentak, lalu buru-buru tersenyum, meski jelas dipaksakan. "Nggak kok. I'm fine. Cuma capek aja."
Matanya sedikit sayu. Kurang tidur, hasil dari rapat organisasi yang tak ada habisnya, ditambah tugas kuliah yang terus menumpuk.
Joshua mengangguk pelan, tetap fokus pada jalanan. Dengan satu tangan memegang setir, tangan lainnya terangkat, mengusap lembut kepala Evelyn.
"Kalau terus begini, lo bisa jatuh sakit."
Evelyn terkekeh pelan, suaranya masih menyimpan lelah. Ia membiarkan sentuhan Joshua menenangkannya. "Ya mau gimana lagi," katanya lirih. "Udah terlanjur nyemplung. Jadi ketua itu ternyata jauh lebih ribet dari yang gue kira."
"Lo harus istirahat, Eve," ucap Joshua, nadanya setengah bercanda, setengah serius. "Gue nggak mau lo tiba-tiba tumbang."
"Ya ampun, lebay," Evelyn menoleh ke arahnya. "Gue kuat, kok."
Joshua tersenyum miring. Ia tidak sepenuhnya percaya. Dia tahu betul Evelyn terlalu keras pada dirinya sendiri, terlalu pandai menyembunyikan kelelahan.
Begitu mobil berhenti di parkiran Fakultas Arsitektur, beberapa pasang mata langsung tertuju pada mereka. Evelyn, Ketua BEM yang dikenal ramah dan cerdas, membalas sapaan mahasiswa dengan senyum hangat yang seolah tak pernah luntur.
Evelyn membalas sapaan-sapaan dari mahasiswa disini. Perhatian itu, sapaan hangat itu, sudah jadi bagian dari rutinitas Evelyn. Semua orang tampak menyukainya.
Meski Evelyn mendapatkan semua perhatian, Joshua juga tidak luput dari pandangan orang-orang, terutama para mahasiswa lain yang sering memperhatikan hubungan mereka. Joshua bukan sekadar bayangan yang selalu mengikuti Evelyn.
Laki-laki itu memiliki kehadiran yang kuat, misterius, dan tidak bisa diabaikan. Beberapa orang bahkan bertanya-tanya siapa sebenarnya Joshua? Laki-laki yang hampir selalu ada di sisi Evelyn, tetapi jarang berinteraksi dengan orang lain. Sosok yang menimbulkan rasa penasaran.
Mereka berjalan santai menuju gedung fakultas, diiringi oleh obrolan ringan. Namun, tiba-tiba Evelyn berhenti dan mengeluarkan ponselnya yang bergetar. Wajahnya tampak sedikit kesal saat membaca pesan yang baru saja masuk.
"Huft..." Evelyn menghela napas panjang, membuat Joshua menoleh ke arahnya.
"Why the deep sigh, Eve?"
"Biasa, panggilan mendadak dari Dekan," jawab Evelyn sambil menunjukkan layar ponselnya yang menampilkan pesan dari Dekan. "Gue harus kesana sekarang. Bisa jagain tempat buat gue?"
Joshua mengangguk dengan cepat, meskipun hatinya mulai panas. Perasaan tidak nyaman yang sudah lama dia pendam kembali muncul ke permukaan. Hampir setiap hari Evelyn dipanggil oleh Dekan, dan selalu dengan alasan membahas kegiatan fakultas. Namun, Joshua tahu bahwa itu hanya dalih.
"Sure, I'll hold for you," jawab Joshua, mencoba terdengar santai. Namun di dalam, amarahnya perlahan memuncak.
Dekan fakultas Arsitektur memang dikenal sebagai sosok yang disukai banyak mahasiswi. Bukan hanya karena posisinya yang berpengaruh, tapi juga karena penampilannya yang tampan dan karismatik. Dekan termuda, baru 29 tahun, dan banyak yang terang-terangan mengidolakan dia. Mahasiswi dari fakultas lain bahkan sering terlihat mondar-mandir di sekitar gedung Arsitektur, berharap sekedar melihat wajah sang Dekan.
Joshua tahu Evelyn mungkin tidak berpikir sejauh itu. Tapi dia sendiri tidak bisa tenang. Karena Dekan yang selalu memanggil Evelyn secara rutin itu bukan orang lain, melainkan kakak kandungnya sendiri. Tidak ada yang mengetahui bahwa Dekan tersebut adalah kakak kandung Joshua, kecuali Evelyn. Joshua memang sengaja menyembunyikan latar belakang keluarganya sejak dia SMP hingga sampai sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Side
RomanceBerawal dari saat Evelyn membantu Joshua saat Masa Orientasi Siswa (MOS), dia tak menyadari bahwa kebaikannya telah menyalakan api obsesi dalam diri Joshua. ------------------------------ "Siapa pemilik kamu?" Evelyn menelan ludah, matanya berkaca-k...
