"Oh, selamat siang, Joshua. Kita bertemu lagi."
Joshua mengepalkan tangannya erat. Dia kembali bertemu dengan detektif yang menaruh kecurigaan padanya.
"Selamat siang, Tuan." Joshua menjawab dengan nada kaku dan formal, menekan perasaannya.
Arif mengangkat alisnya, seolah menyelami reaksi singkat itu. "Tidak perlu seformal itu, Joshua. Panggil saja seperti Nona Eve memanggil saya."
Di saat itu, sesuatu menyala dalam diri Joshua. Arif memanggil Evelyn dengan 'Eve' panggilan yang selama ini dia yakini hanya dirinya yang berhak gunakan. Rasanya seperti serangan tak langsung, seolah hak istimewa itu direnggut begitu saja.
"Anda tidak cukup dekat dengan Evelyn untuk memanggilnya Eve, Tuan." Ucapannya keluar dengan nada pelan namun penuh ancaman terpendam.
Arif tertawa, mengabaikan ketegangan di sekitar Joshua, tetapi matanya terus memperhatikan dengan seksama, tak melewatkan perubahan sekecil apa pun dalam ekspresi wajahnya. Baginya, reaksi seperti ini lebih dari sekadar kecemburuan, itu tanda kuat dari rasa kepemilikan berlebihan yang bisa menjadi petunjuk penting dalam penyelidikannya. Joshua sudah dia masukan ke dalam daftar orang yang patut dicurigai, dan nama Joshua berada di urutan teratas.
"Baiklah, baiklah," ujar Arif dengan senyum yang terasa seperti ejekan tipis. "Tenang saja, Joshua. Kita disini hanya bertemu secara kebetulan, tidak perlu se-kaku itu."
Ucapan Arif yang terlontar begitu santai membuat Joshua menahan diri lebih keras. Jika saja mereka berada di tempat sepi, dan bukan di tempat umum seperti ini, Joshua sudah pasti akan menghantam kepala pria itu dengan pot bunga di sampingnya tanpa berpikir dua kali.
"Saya pergi dulu," ujar Joshua datar, sebelum langsung berbalik dan berjalan menuju mobilnya. Tanpa menunggu balasan, dia meninggalkan Arif yang tetap memandangnya, menyimpan makna tersembunyi dalam sorot matanya.
Sejak pertemuan pertama di kantor, Arif sudah mencurigai pemuda itu. Arif dapat melihat Joshua memiliki aura dominan, terkendali, tapi juga berbahaya, seolah menyimpan sisi gelap yang siap meledak kapan saja. Arif pun melakukan sedikit riset semalam, hasilnya membuatnya terkejut, mengetahui Joshua adalah putra salah satu keluarga terkaya di Asia, Grup Lesmana.
Menurut Arif, bagi orang dengan kekuatan dan kekayaan seperti Joshua, berurusan dengan orang-orang yang dianggap mengganggu bukanlah hal sulit. Uang bisa menutup mulut dan menghapus jejak dengan mudah. Dan jika benar pemuda ini terlibat dalam kematian Owen dan hilangnya Galang bersama Gibran, mungkin motif dan eksekusinya lebih rapih dan terselubung dari sekadar emosi belaka.
"Menarik sekali..." Arif bergumam pelan, matanya memandang ke arah mobil Joshua yang mulai menjauh.
Arif tahu, untuk menangani kasus ini, dia harus menggali lebih dalam dan berhati-hati menghadapi lawan yang tak hanya pintar, tapi juga punya kekuatan besar di belakangnya.
Sementara itu, di dalam mobil, Joshua tersenyum miring, penuh kepuasan dan percaya diri. Jari-jarinya mengetuk setir dengan ritme tenang, seolah menyusun strategi yang sudah matang di dalam kepalanya.
"Arif... Arif... lo pikir gue akan tertangkap begitu aja?" Gumamnya dengan nada dingin, seraya teringat sorot mata detektif itu yang jelas menyiratkan kecurigaan. "Sebelum gue di penjara, lo yang akan gue kirim ke neraka duluan, bajingan tua."
Joshua tertawa pelan, sinis. Dia sudah terlalu sering melihat orang seperti Arif, penuh percaya diri dengan kemampuan analisisnya, berpikir bisa menyelesaikan segalanya hanya dengan aturan main yang lurus. Tapi Joshua tahu lebih banyak cara, lebih banyak trik kotor yang bisa dia mainkan tanpa ketahuan.
"Silakan, gue akan biarin lo bermain-main dulu," bisiknya dengan senyum tipis. "Tapi tidak lama, gue akan buat lo menyesal dengan permainan yang lo buat sendiri, Tuan Detektif."
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Side
RomanceBerawal dari saat Evelyn membantu Joshua saat Masa Orientasi Siswa (MOS), dia tak menyadari bahwa kebaikannya telah menyalakan api obsesi dalam diri Joshua. ------------------------------ "Siapa pemilik kamu?" Evelyn menelan ludah, matanya berkaca-k...
