40. Mau nangis

1.3K 226 11
                                    

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

HollllaaaaaAira dan Kalla sudah bisa kalian baca full part di Playbook, KbM dan Karyakarsa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hollllaaaaa
Aira dan Kalla sudah bisa kalian baca full part di Playbook, KbM dan Karyakarsa.
Happy reading semuanya

"Non Aira.... Non......"

Suara dari Bik Samirah terdengar bergaung jauh dari kejauhan, aku ingin membuka mata namun kegelapan pekat yang menyelimutiku terasa nyaman. Rasa hangat dari selimut ini rasanya enggan untuk aku tanggalkan, sudah lama aku tidak bisa tertidur dengan nyenyak, dan sekarang saat akhirnya aku bisa tenggelam dalam tidur tanpa mimpi aku ingin menikmatinya selama yang aku bisa.

Aku rindu rasa lelah yang aku dapatkan saat bangun dari tidur yang berkualitas. Aku berusaha untuk tidak memedulikan suara Bik Sam yang terus menerus memanggil namaku, tapi pada akhirnya guncangan ditubuhku membuatku tidak bisa tidur lebih lama.

"Non, Ibu mau pergi! Non nggak mau bangun dulu?! Ya sudah kalau nggak mau bangun nanti jangan ngambek kalau bangun tidur Ibu sudah pergi nyusul Bapak loh, ya!"

Mendengar perkataan jika Mami akan pergi kini mataku terbuka sepenuhnya. Tidak, aku tidak masalah jika Papi yang pergi berdinas, tapi jika Mami harus pergi mendampingi Papi paling tidak Mami harus berpamitan denganku, itu sebabnya meski mataku belum terbuka sepenuhnya, nyawaku belum ngumpul bahkan aku tidak menyadari pakaianku masih sama seperti kemarin aku langsung membuka selimutku dan langsung terbang keluar dari kamar.

KAIRATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang