Bab 7

166K 7.4K 145
                                        

Matanya terasa berat, rasa ngantuk membuat Kia malas untuk sekedar membuka matanya. Ia merasa tidur dengan sangat tenang, saat tidur seakan bisa menjeda semua permasalahan yang ada dikepalanya untuk saat ini. Tapi goyangan pelan yang terasa dilengannya dari tangan kecil membuat tidur Kia terusik. Tidak lama suara isakan tangis semakin membuat Kia dengan terpaksa mencoba membuka matanya. Dengan pandangan mata yang agak kabur ia memcoba meneliti mahkluk kecil yang berada di depannya. Hingga matanya dapat kembali dengan jelas menatap gadis kecil dengan air mata dipipinya yang memerah.

"Vina?"

"Mama, Vina mau Mama suapin, bangun." Vina terlihat kembali merengek. "Vina nggak mau disupin sama Mbak Mina."

Wanita muda yang berdiri di belakang Vina hanya bisa tersenyum tipis tidak enak, padahal sedari tadi sudah berusaha melarang Vina membangunkan mamanya yang masih sakit. Tapi anak majikannya itu terus tidak mau makan, terpaksa Mina membiarkan Vina membangunkan mamanya.

"Saya di mana?" tanya Kia pada Mina, babysitter yang sejak dulu menjaga anaknya sejak lahir.

"Di rumah sakit, Ibu harus menginap tiga hari lagi di sini karena kondisi janin Ibu agak lemah. Dan Ibu sudah tertidur selama dua hari."

Kia berpikir keras memikirkan jawaban apa yang bisa ia berikan. "Siapa yang bawa saya ke rumah sakit?" tanya Kia lagi setelah ia mengingat semua kejadian yang sangat buruk dua hari yang lalu.

"Tuan Marco."

Kia terdiam dan langsung menghela napas lelah berarti tandanya Marco sudah tahu jika ia berbohong tentang keguguran. Apa setelah ini masalahnya dengan Marco akan bertambah karena ia berbohong, lagi pula kenapa kemarin pria itu menyelamatkannya. Padahal pria itu sendiri yang menyiapkan semua persiapan untuk membunuh dirinya, masih teringat saat Marco menyiapkan tali dan semua ucapan dari bibir Marco terus tergiang.

"Lalu di mana dia sekarang?" tanya Kia lagi, ia tidak siap jika memang pria itu berada di rumah sakit ini.

"Saya sendiri belum melihat Tuan Marco, saya saja tau Mbak dibawa ke sini oleh Pak Mandar."

Baru saja hendak kembali menjawab ucapan Mina, tangannya sedikit sakit saat terasa cubitan kecil dari anaknya. Kia beralih menatap Vina, ia merasa bersalah, seharusnya lebih dulu memperhatikan anaknya yang pasti sangat merindukannya. "Sayang, jangan dicubit dung tangan Mama." Kia mengusap pelan kepala Vina, ia tahu anaknya ini walaupun ada babysister tetap saja bergantung padanya. "Vina makan dulu sama Kak Mina ya sayang, Mama masih kurang sehat."

"Mama masih sakit?" tanya Vina dengan mata yang berkaca-kaca, Kia jadi serba salah ia tidak tega dengan anaknya yang jadi tambah sedih. "Iya tapi nanti sore udah sembuh sayang."

"Serius?" tanya Vina lagi.

"Iya sayang, nanti malam Mama yang akan menyuapi anak kesayangan Mama ini."

Vina mengangguk semangat, ia bahkan langsung merentangkan tangan ke arah Mina minta untuk digendong.

***

Semakin malam tidak membuat tempat ini semakin sepi, tapi malah semakin ramai. Marco sekarang berada disalah satu club yang hanya dimasuki oleh member tertentu. Dan yang membuat Marco tidak suka adalah ada salah satu anak pejabat yang merayakan ulang tahunnya di club ini. Marco tidak suka karena ia benci dengan pria yang menjadi peran utama dalam acara itu. Ada misi yang tidak bisa ia lanjutkan hanya karena pria itu adalah anak salah satu petinggi negara. Ia harus secara bertahap menghabisi orang tua anak itu terlebih dahulu.

Dua botol minuman alkohol tidak juga bisa membuat Marco mabuk. Ia beranjak bangun hendak pergi saja dari sini, ia akan kembali ke kantor saja. Karena ia tahu bahwa Kia sudah lima hari di rumah sakit dan hari ini Kia akan kembali ke rumah.

Dark Love Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang