Bab 33

111K 7.4K 476
                                        

"Papa, Vina ingin pergi sama Papa dan Mama ke rumah harimau."

Marco hanya berdehem pelan menanggapi perkataan Vina. "Mau ke rumah Lila," sambung Vina lagi sambil mengarahkan boneka harimau ke arahnya.

Setelah kepergian Kia, memang Vina lebih sering bersamanya dan Marco juga mengetahui fakta bahwa setiap boneka punya Vina ada nama. Dan Lila adalah nama dari boneka harimau yang sedang dipegang Vina.

Marco sendiri tahu keinginan Kia untuk memiliki Vina dan itu semua tidak akan pernah Marco biarkan. Selama ini Marco memang tidak terlalu menunjukkan perhatiannya kepada Vina. Tapi bukan berarti Marco membenci anaknya sendiri.

"Papa ayo ke rumah Lila, ajak Mama. Tapi kenapa ya mama lama cekali pulang."

"Nanti," jawab Marco pelan saat ini hanya bisa menatap Vina dengan pikiran yang berantakan.

Marco sendiri tidak tahu cara untuk menjelaskan bahwa Kia tidak akan pulang ke rumah ini. Otak kecil Vina juga pasti tidak bisa memahami hal yang terjadi pada kedua orangtuanya.

Marco mengusap pelan rambut panjang Vina, anak kecil ini selalu menyebut Kia terkadang bahkan sampai menangis. Memang selama ini Marco akui jika Kia selalu ada waktu bermain dengan Vina. Dan Kia juga merawat Vina dengan baik, hingga Vina memiliki tubuh yang berisi

Entah sudah berapa menit Marco dan Vina duduk di luar sehingga Vina juga juga sudah tertidur di atas pangkuannya.

Ponsel Marco yang berada di sakunya bergetar pelan, ia mengambilnya dan sedikit heran saat melihat siapa yang menghubunginya. Bukannya tadi Kia juga sudah menghubunginya.

Jika Marco langsung mengangkatnya apa akan terlihat seperti mengharapkan wanita itu. Marco sengaja membiarkan ponselnya berdering terlebih dahulu, baru mengangkatnya.

"Halo?"

"Datang ke rumahku sekarang, anakmu mau keluar dan aku tidak tahu harus bilang ke siapa lagi."

Marco tiba-tiba seperti termenung beberapa saat, hingga tanpa berpikir ia malah mengatakan sesuatu hal yang pastinya membuat Kia marah.

"Kau pergi dari rumah ini berarti tidak perlu bantuanku lagikan?" Hanya hening terasa, hingga ponselnya dimatikan begitu saja. Marco mencoba menghubungi Kia lagi tapi tidak diangkat lagi.

Marco yang panik, membawa Vina keluar dari ruangannya dan memberikannya pada Mina. Setelahnya Marco langsung berlari dari dalam rumah untuk keluar menuju mobilnya, sialnya terlalu jauh jarak menuju parkiran. Marco berlari sambil membuka obrolan chat dengan Jack. Di mana di sana ada alamat rumah Kia sekarang.

Dengan membawa kecepatan yang tinggi, pada akhirnya Marco sampai di depan rumah Kia sesuai dengan alamat yang Jack berikan. Saat keluar dari mobil dapat Marco lihat Kia yang kesusahan berjalan, wanita itu berusaha berjalan dengan tangan yang berpegangan dengan dinding.

Jiwanya seakan terpanggil dan ingin segera membantu dan sialnya pintu pagar rumah Kia terkunci dengan gembok dan tidak mungkin Marco bisa menghancurkannya.

Marco melirik ke arah Kia yang berjalan sangat lambat. Cara jalan Kia yang lambat dan kepala yang menunduk, sudah dipastikan akan membutuhkan waktu yang lama hingga pintu pagar ini bisa terbuka. Tidak mau menunggu lagi, Marco langsung menaiki pagar rumah Kia dan bisa turun dengan selamat.

Kia yang mendengar suara keributan, mengangkat kepalanya dan menatap Marco sambil kebingungan, bagaimana pria itu tahu rumahnya dan tadi bukannya Marco menolak untuk membantunya.

Kia semakin menatap tidak suka ke arah Marco yang berjalan semakin mendekat ke arahnya dan tidak lama pria itu juga meletakkan satu tangannya dipinggang Kia, tidak suka dengan tindakan Marco, Kia langsung menghempaskan tangan Marco yang berada di tubuhnya.

Dark Love Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang