"Yasudah kita tunggu dia sampai rumahnya," ujar Erhan, walaupun Kia mengiyakan tapi wajah wanita itu tetap cemberut. Dan Kia sendiri mengangguk semangat, ia bahkan tidak mengantuk padahal keseharian Herza sangat membosankan.
Saat akan pulang ke rumah, Herza malah mengunjungi Klub malam. "Sungguh binatang yang sibuk," ucap Erhan pelan, mengapa pria itu tidak kunjung pulang ke rumah.
"Eh itu Sandra," teriak Erhan yang membuat Kia terkejut dan melempar pisang di tangannya ke arah pria itu. "Turunkan nada suaramu."
Bukan hanya Erhan tapi Kia cukup terkejut, tapi ia tidak menunggu waktu dan langsung mengeluarkan ponselnya tanpa disuruh oleh Erhan dan merekam apa yang terjadi, untuk lebih memperjelas Kia keluar dari mobil dan secara sembunyi-sembunyi merekam Sandra yang asik bicara dengan Herza. Tidak lama setelahnya perempuan itu masuk ke dalam mobil Herza.
Setelah mendapatkan rekaman, Kia kembali ke dalam mobil Erhan. "Ikuti mobil mereka," ucap Kia.
"Bagaimaa Marco bisa sebodoh itu tidak bisa menemukan Sandra di sini?"
"Pria tolol itu mana tahu," sambung Kia ikut mengata-ngatai Marco.
Setelahnya Herza dan Sandra keluar mobil dan masuk ke sebuah rumah minimalis berdua. "Apa mereka sepasang kekasih? Serumah?" Erhan menatap ke arah mereka dengan tanda tanya besar.
"Jadi Sandra tidak disekap?" Kia ikut bingung, mereka berdua ikut terdiam karena sedikit syok dengan fakta ini.
"Cari tahu siapa nama wanita yang akan aku kirim fotonya dan apa yang dia lakukan di sana."
Erhan berbicara dengan seseorang di ponsel dan setelahnya Erhan memutar mobilnya untuk mengantar Kia pulang. Mereka butuh dua jam untuk sampai ke rumah Kia karena sedari tadi mereka terus mengikuti Herza yang keluyuran. Setelah sampai ke rumah Erhan kembali menerima telepon, setelah selesai Erhan menatap Kia serius.
"Sandra mengganti identitasnya, aku akan mengirimkan informasi lebih lanjut ke nomormu tentang Sandra ini. Setelah ini kamu bisa memikirkan cara agar bisa lepas dari Marco asal tidak membawa namaku. Dan jangan pernah menemui Sandra atau pun Herza sendirian tanpa Marco."
"Terima kasih," hanya itu yang bisa Kia sampaikan setelahnya ia masuk ke dalam rumahnya.
***
Setelah dua bulan lamanya Marco berada Jepang pada akhirnya Marco bisa segera kembali ke rumahnya. Menunggu dua bulan ternyata tidak semudah itu, tidak tahu apa yang tidak mudah. Tapi Marco merasa waktu berjalan sangat lambat, tapi aktivitasnya selama di Jepang sangat menyenangkan dan padat jadwal. Ia bisa membantai orang-orang yang mengganggu ketenangannya dan mendapatkan keuntungan dua hingga tiga kali lipat.
Setiba di depan rumah tidak ada yang berbeda semua terasa sunyi karena juga sudah lewat tengah malam, padahal bisa saja Marco pulang besok pagi saja. Tapi entah kenapa Marco memilih langsung pulang saat pekerjaannya sudah selesai.
Marco dari siang belum makan apa pun, iya pagi juga hanya selembar roti saja. tapi bukannya ke dapur Marco malah melangkahkan kakinya ke kamar. Marco membuka pintu kamar dengan pelan di dalam ternyata Kia sudah tidur, memang ini sudah pukul tiga malam dan siapa yang masih terjaga jam segini.
Marco menatap wajah Kia dari mata, alis hidung dan bibirnya. Lalu turun hingga ke perut Kia yang terlihat sudah semakin membesar perkiraan sudah memasuki umur lima bulan.
Marco membuka semua baju yang ia pakai dan di lempar ke atas lantai dan hanya meninggalkan dalaman. Ia merebahkan tubuhnya secara asal-asalan dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Terlalu kelelahan Marco malah ketiduran di samping Kia tepatnya di dekat lengan Kia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dark Love
RomanceSebuah pernikahan yang menyiksa bagi Kia, ia harus menikahi pria paling mengerikan yang pernah ia jumpai. Marco benar-benar pria yang tidak ada belas kasihan, dia bisa membunuh istrinya sendiri demi keinginannya sendiri, hal yang paling menyakitkan...
