Ayooo komen setiap paragraf hehehe
***
Kia yang sudah selesai membersihkan mulut menggunakan tisu terlihat melamun memikirkan jawaban apa yang bisa ia berikan kepada Herza.
"Saat aku belum tahu rahasia nya tentu saja aku sangat mencintainya. Bisa dibilang seperti obsesi juga. Saat akan menikah saja aku tidak tidur selama beberapa hari, takut saat tidur aku malah tidak terbangun lagi dan tidak jadi menikah." Kia tertawa dibuat-buat saat kembali teringat masa lalunya itu.
"Jadi sekarang masih cinta sama dia?" Herza bertanya dengan nada agak kesal.
"Aku sudah tidak memikirkan perasaan yang membunuhku itu, yang penting sekarang aku bisa hidup bebas tanpa pria itu." Kia berucap sambil tersenyum lebar, menurutnya kisah hidupnya sangat rumit hingga Kia tidak bisa untuk sekedar mengeluh karena tidak ada gunanya.
"Jangan tanya dia lagi boleh? Bahas yang penting saja," lanjut Kia yang tidak ingin terus berlanjut membahas Marco yang tidak ada gunanya di hidupnya ini.
***
"Bodoh!" Marco melempar semua barang yang berada di atas meja ke arah Biel dan Jack secara bersama. Bahkan Jack mengusap pipinya yang sedikit kaku terkena pulpen besi milik Marco. "Apa kebodohan di kepala kalian itu abadi hah?"
Marco yang berada di markas pengumpulan bawahannya dan tidak bisa memelankan suaranya, Marco yang terbiasa bicara dengan nada tegas dan beraturan sekarang malah teriak-teriak hingga membuat beberapa anggota Balvc lainnya mundur dan tidak berani menatap ke arah Marco.
"Kami sudah berusaha, tapi hasilnya sangat sulit kami temukan," jawab Biel dengan mencoba tenang saat situasi sangat memanas, lagi pula bagaimana bisa wanita itu sangat pandai bersembunyi.
"Sudah berbulan-bulan kalian melakukan pencarian, tapi hanya mencari wanita itu saja kalian seperti sampah yang tidak berguna." Marco memukul meja beberapa kali menggunakan kepalan tangannya, rasanya Marco ingin memukul semua benda yang ada di ruangan ini. Marco kesal karena orang yang ia cari sangat sulit ditemukan.
"Lagian kau juga kenapa mencarinya? Kenapa menjadi sangat sepeduli itu, kau bahkan membiarkan Givano menggunakan foto istrimu untuk kepuasannya. Jadi kenapa sangat sibuk seperti ini?"
"Tau apa kau?" Marco yang tadinya berdiri santai langsung berjalan cepat untuk mendekat ke arah Jack dengan tangan yang terkepal berniat memberikan sebuah pelajaran. Biel yang melihat situasi ini langsung mencoba menahan Marco yang terlihat seperti orang kesetanan.
"Woi bantu!" Biel berteriak kencang saat ia kesusahan menahan Marco yang memiliki tubuh lebih tinggi darinya. Beberapa pekerja lainnya tidak peduli dengan teriakan Biel, mereka tidak berani hanya untuk sekedar menyentuh Marco.
"Kau dengar aku Marco!" Biel berteriak tepat di samping telinga Marco agar pria itu berhenti melawan. "Aku rasa dia ditolong seseorang."
Tubuh Marco yang awalnya melakukan perlawanan langsung berhenti saat mendengarkan informasi dari Biel.
"Maksudmu?"
"Apa kau ingat saat dulu Kia pernah juga melarikan diri, tapi kami kurang dari dua puluh empat jam bisa menemukan dia. Tapi sekarang sangat sulit, sudah dipastikan dia disembunyikan oleh seseorang."
"Siapa? Siapa yang berani mengurusi hidupku?" Marco menarik rambutnya dengan kasar, ia sangat marah dan memiliki suasana hati yang buruk.
"Mungkin cowok baru Kia." Kini Jack kembali bersuara, Biel pasrah ia tidak akan membantu Jack lagi karena pria itu seperti menyerahkan nyawanya.
"Sini kau!" Marco kembali ke mejanya dan membuka laci untuk mengambil pistolnya untuk segera menembak pria yang semakin lama semakin berani padanya. Hanya saja saat Marco berbalik, Jack sudah tidak ada ditempat. "Bajingan, aku akan laporkan pada Papamu agar kau tahu dengan siapa kau berbicara."
KAMU SEDANG MEMBACA
Dark Love
RomansSebuah pernikahan yang menyiksa bagi Kia, ia harus menikahi pria paling mengerikan yang pernah ia jumpai. Marco benar-benar pria yang tidak ada belas kasihan, dia bisa membunuh istrinya sendiri demi keinginannya sendiri, hal yang paling menyakitkan...
