Bab 21

126K 6.3K 431
                                        

"Hehe bercanda, jadi kamu mau bahas apa?" tanya Erhan untuk mengalihkan pembicaraan, jangan sampai Erhan malah keceplosan dan malah mencari kematiannya sendiri. Saat ini Erhan yakin di ruangan itu tidak ada orang, karena hampir sebagian anggota Balvc sudah mengikuti Marco.

"Ikut aku." Kia membawa mereka berdua ke ruang tamu. "Jadi aku langsung ke inti saja, sebenarnya aku ragu padamu bisa saja kamu membongkar ini semua pada Marco. Jika sampai ini ketahuan tentu aku tidak akan selamat. Tapi aku tidak juga bisa percaya sepenuhnya padamu jika pun akhirnya terbongkar dan aku tetap mati setidaknya aku berusaha."

"Tidak akan aku bongkar asal kamu juga pandai menutupi hal ini." Erhan sendiri berada diposisi ingin membantu saja dan berusaha untuk tidak ketahuan. Alasan membantu Erhan tidak tahu alasan yang pasti, intinya Erhan hanya kasihan dengan Kia.

"Akupun tidak punya orang yang cukup bisa membantu selain kamu. Jadi alasan aku menyuruhmu kesini adalah tolong cari Herza."

"Kia, kamu tahu pasti kan bahwa nama Herza di dunia ini tidak sedikit."

Kia mengangguk paham. "Benar, cari saja Herza yang kenal dengan Sandra, lalu cari Herza yang pernah berhubungan dengan Marco. Coba saja semoga ada, Sandra dan Marco pasti pernah setidaknya berhubungan dengan Herza."

Erhan diam beberapa saat, ada apa ini. Ia seperti mengenal nama Sandra. "Sandra wanita yang pernah dekat dengan Marco? Dia itu menghilang sudah lama dan bagaimana kamu bisa mengenal Sandra?"

"Kamu tidak perlu tahu aku dari mana tau Sandra. Hanya saja menemukan wanita itu adalah cara agar aku bisa bebas dari sini. Aku tahunya Sandra adalah orang yang dicintai Marco."

"Cinta? Aku tidak tahu, karena sepertinya Marco juga sedang melakukan pencarian untuk Sandra."

Kia rasa memang pasti Marco akan berusaha terus mencari keberadaan wanita itu. "Hm, aku harus menemukan Sandra agar dia bisa bersatu kembali dengan Marco dan aku bebas."

"Wow, luar biasa bukannya kamu cinta mati dengan Marco. Seikhlas itu kamu memberikan Marco pada wanita itu?"

"Cinta? Kurasa Marco tidak pantas mendapatkan cintaku."

"Luar biasa, aku rasa kamu lebih berpikir dengan otakmu sekarang."

Kia terdiam beberapa saat, padahal Erhan saja yang tidak tahu jika Kia sudah pernah mati sekali. Jika tidak ia sekarang pasti sedang berusaha menarik perhatian Marco atau sedang menangis karena Marco meninggalkannya.

Erhan terlihat menghubungi seseorang dan setelahnya Erhan menyuruh Kia menunggu selama dua jam. Dan selama dua jam itu Erha melakukan banyak hal di laptopnya yang menampilkan angka yang Kia tidak mengerti. Kia yang tidak paham memilih ke dapur untuk membawa cemilan untuk Erhan. Kia baru sadar di ruangan ini penuh dengan CCTV makanya sebelumnya Kia menyuruh mereka berjumpa di taman yang sepertinya tidak banyak CCTV.

"Di rumah ini banyak CCTV, apa tidak apa apa kamu di sini?" Sebenarnya Kia juga tidak terlalu percaya diri jika menganggap Marco cemburu, ia hanya takut Marco mencari tahu apa yang mereka lakukan.

"Aku sudah bertanya pada Biel, teman Marco, saat ini mereka sedang bekerja di alam bebas jadi Marco tidak akan sempat untuk memperhatikan kita." Erhan bukan orang bodoh yang bisa dengan cepat kecolongan, mana mungkin ia bisa santai sampai bisa masuk ke rumah ini tanpa mencari tahu apa yang dilakukan oleh Marco di sana.

"Alam bebas?"

Erhan hanya diam, tidak mungkinkan jia ia menjelaskan jika Marco yang sekarang berada di Jepang sedang melakukan serangkaian tindakan saling membantai antara sekelompok mafia lain. Dan Erhan sekarang hanya menunggu panggilan sampai Marco menyuruhnya untuk ke jepang.

Dark Love Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang