Bab 39

92.1K 5.7K 444
                                        

Cassie menggenggam tangan Kia dengan erat dan tidak lupa dengan Kia yang hanya bisa pasrah saat tangannya ditarik oleh Cassie. Selama seminggu ini Kia jadi sering melamun dan tidak peduli dengan kondisi tubuhnya sendiri, Cassie jadi tidak tega. Jadi selama ini, Cassie lah yang sering datang ke rumah Kia untuk sekedar memantau keadaan temannya.

Jika saja Cassie belum menikah, Cassie pastinya akan menyuruh Kia tinggal serumah dengannya. Hanya saja saat ini kondisi mereka tentu sudah berbeda. Walaupun sudah lama tidak bertemu, rasa peduli Cassie pada Kia tidak pernah pudar. Cassie memilih mengajak Kia daripada suaminya sendiri ke acara ini karena Cassie melihat Kia hanya di rumah saja tidak kemana-mana.

Cassie juga sudah tahu jika Anzel diambil oleh Marco. jujur Cassie sangat merasa bersalah. Ia seharusnya dulu lebih berusaha lagi menyakinkan bahwa Marco itu pria jahat pada Kia.

Malam ini Cassie dan Kia datang ke sebuah acara ulang tahun perusahan tempat Cassie bekerja dan sebenarnya Kia sendiri tidak tahu dengan jelas perusahaan apa ini. Setelah tidak bekerja lagi dengan Herza, Kia tidak bekerja dan duduk di rumah. Setelah perasaannya membaik tentu Kia harus segera mencari pekerjaan.

Kia menatap Cassie dengan tatapan tidak nyaman dengan keramaian ini. "Cassie apa harus banget aku ikut?" tanya Kia lagi.

"Kamu tidak kasihan denganku? Aku tidak punya teman ke sini," jawab Cassie berbohong agar Kia kasihan dan percaya padanya.

"Gapapa Kia, di sini ada aku. Banyak makanan enak di sini," lanjut Cassie lagi sambil menuntun Kia untuk segera masuk ke dalam ruangan acara. Ia berharap suasana hati Kia setidaknya membaik setelah mengikuti acara ini.

Saat mereka berdua sedang mencari kursi untuk duduk, Kia kaget saat melihat seorang pria yang membelakanginya, tentu Kia tahu siapa pria itu. Dengan tato yang berada di leher belakangnya membuat Kia tentu tahu siapa dia. Pria itu adalah Marco

Melihat dia duduk di kursi khusus tentu pria itu termasuk orang penting di sini. Saat Marco berdiri, Kia sedikit panik dan menutup diri di belakang tubuh Cassie. Setelahnya Kia bisa bernafas lega saat Marco tidak melihat ke arahnya.

Cassie melihat Kia dengan tanda tanya besar di kepalanya. "Cassie ada Marco di sana," ujar Kia sambil menepuk bahu Cassie pelan.

"Di mana?" Cassie bertanya dan Kia menunjuk ke arah depan.

"Apa kita pulang saja?" Tentu saja Cassie ikut panik, ia tidak bisa memaksa Kia agar harus terus disini, apalagi jika nanti Kia akan bertambah sedih.

"Tidak apa-apa, kita keujung saja," jawab Kia tidak enak juga meminta pulang secepat ini, pastinya Cassie perlu untuk menyapa para rekan kerjanya.

Cassie dan Kia duduk di ujung tempat yang jauh dari Marco, berbeda dengan Kia yang hanya berdiam diri. Cassie terlihat menyapa teman kantornya. Kia melihat kue coklat yang diambil Cassie untuknya, dulu Kia sangat suka coklat tapi saat seperti ini Kia tidak berselera.

Saat duduk sambil melamun, Kia tidak sadar dengan kehadiran wanita di depannya. Wanita itu memandangi Kia dengan pandangan tajamnya. "Ngapain ke sini? Kau bukannya akan bercerai dengan Marco? Apa sedang mencari perhatiannya?"

Kia mengangkat wajahnya untuk melihat siapa wanita yang berbicara dengannya. "Kelly?" Kia sudah lama tidak melihat Kelly. Wanita yang terobsesi pada Marco padahal mereka adalah saudara sepupu walaupun saudara tiri.

Padahal Kia duduk dengan tenang tidak mengganggu siapapun, tapi Kelly malah lebih dulu menarik tangan Kia dengan kasar ke arah belakang gedung. Lebih tepatnya Kia di arahkan ke kolam renang yang berada di belakang tempat acara yang sedang dilaksanakan. Biasanya setelah acara formal di depan selesai, baru beberapa tamu akan menuju ke arah kolam. Kia berusaha melepaskan tangan Kelly dari tangannya, tapi pegangan Kelly sangat erat.

Dark Love Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang