"Cinta?" Marco tidak habis pikir, bagaimana bisa Kia membahas masalah cinta hanya karena dia mengetahui bahwa Marco memang mencari wanita itu selama ini. "Kamu bagaimana bisa menebak hubunganku dengan Sandra, sebenarnya informasi dari mana kamu dapat?"
"Intinya aku tahu kamu cinta sama dia."
"Aku lelah, lebih baik tidur."
Marco hendak meninggalkan Kia, tapi tangannya malah digenggam erat. Entah ada apa dengan dirinya, tapi Marco suka saat tangan itu menyentuhnya dan saat tangan Kia dilepaskan, Marco seperti merasa kehilangan.
"Aku tahu kamu penjahat, aku tahu selama ini kamu ngapain aja. Dan aku bakalan kasih tahu semua kejahatanmu ke kantor polisi jika kamu nggak nurutin apa yang aku mau sekarang!" Kia berucap dengan menggebu-gebu, ia tidak mau digantung tanpa kejelasan seperti ini.
"Serius?" tanya Marco sambil menatap Kia dengan senyuman miringnya, Marco berbalik agar menghadap Kia. "Asal kamu tahu, semua ancamanmu itu seperti ancaman anak kecil."
"Ya sudah kalau gitu kenapa susah sekali kamu mengeluarkan keputusan? Apa kamu tidak takut Sandra mati di sana?"
"Kamu tidak tahu siapa Sandra, jadi berhenti sok tahu Kia!" Marco benar-benar emosi ia ingin rasanya membuat Kia untuk berhenti ikut campur urusannya.
"Aku tahu semuanya, bagus dong kalau kalian nanti bisa bertemu dan bersatu kembali."
"Bersatu kembali?" tanya Marco mencoba memahami apa maksud Kia.
"Iya, kita bakal cerai dan kamu bisa bersama wanita itu," lanjut Kia santai, entah kenapa Kia tidak mau terlalu memikirkan masalah hati lagi karena ia sendiri sangat membenci Marco. Semua perilaku pria itu selalu membuat Kia kesal.
"Kamu membiarkan aku dengan dia? Kamu kasih aku untuk bersatu dengan wanita itu? Bahkan jika aku tidur dengannya?" tanya Marco untuk memastikan apa yang ia dengar seratus persen akurat, Marco tidak terima dianggap seperti barang hingga bisa di oper kemana pun. Mau Marco bersama siapapun, tidak ada yang boleh mengaturnya.
Kia jadi gelagapan, kenapa jadi membahas masalah tidur. Lagi pula, masa Kia tiba-tiba jadi tidak rela Marco dicicipi wanita lain. Kia tidak ada berpikir sejauh itu. Ingat dalam kondisi apapun, Kia tidak boleh goyah, ia tidak boleh membawa perasaan untuk masalah ini. "Iya tentu saja," balas Kia.
"Siap keluar tanpa membawa apa pun?" tanya Marco lagi, entah kenapa Kia jadi was-was saat Marco malah mengiyakan dan bertanya dengan nada suara ditekankan.
Kia mengangguk pelan, ia rasa harta bukan segalanya lagi. Ia bisa mencari kerja saat di luar sana.
"Aku membebaskanmu dari Givano," ucap Marco serius, ia memang sudah dua minggu lalu membicarakan ini saat di kantor hingga ia bertengkar dengan Givano. "Mau keluarkan? Kasih tahu aku di mana keberadaan Sandra sekarang."
"Aku tidak ditipu kan?" tanya Kia cukup waspada jika ia memberi tahu perihal Sandra tapi Marco malas membohonginya. Marco menjawab pertanyaannya dengan mengangguk pelan.
"Dia ada di perumahan Villa Cita," jawab Kia.
Marco menatap aneh ke arah Kia, apa benar sedekat itu. Maksudnya bagaimana bisa ia sulit menemukan wanita yang masih ada di sekitar sini. Tapi, untuk saat ini Marco akan percaya. Jika saja Kia berbohong, maka jangan salah dirinya jika ia akan membalas perbuatan Kia.
"Kalian," panggil Marco sambil menunjuk dua orang yang agak jauh dari posisi Kia dan Marco berdiri. Keduanya pun mendekat ke arah Marco dan Kia. "Bawa wanita ini keluar dari rumah ini dan jangan membiarkan dia membawa apapun dari rumah ini."
"Sekarang?" tanya Kia cukup terkejut dengan Marco. "Aku sedang hamil, apa tidak bisa besok? Aku juga belum mengemas pakaianku." Kia cukup terkejut dengan tindakan Marco, kedua suruhan Marco juga sudah memegang kedua tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dark Love
RomansaSebuah pernikahan yang menyiksa bagi Kia, ia harus menikahi pria paling mengerikan yang pernah ia jumpai. Marco benar-benar pria yang tidak ada belas kasihan, dia bisa membunuh istrinya sendiri demi keinginannya sendiri, hal yang paling menyakitkan...
