Bab 37

103K 6.1K 536
                                        

18+

Peringatan:

- Jangan dibaca saat puasa, setelah buka puasa aja baca

- Yang masih kecil, skip aja bagian dewasanya

Komennn setiapp paragraff dungg biar author ada bacaan wkwk

Bab 37 sengaja aku batalkan update tadi, karena lagi bulan puasa. 😭😭😭

::::

"Herza? Nama yang sangat familiar." Marco akan seakan lupa dengan nama seseorang yang seperti pernah bertemu dengannya. Tapi Marco lupa bagaimana wajah orang yang bernama Herza.

"Sebentar biar saya cari." Biel langsung membuka ponsel dan membuka aplikasi google dan mencari nama tujuannya. Setelah menemukan Biel langsung memberikan ponselnya pada Marco.

"Herza anak Brandon?" tanya Marco memastikan pada Cia, dan wanita yang masih berada di depannya itu mengangguk dengan cepat.

"Herza?" Marco melempar ponsel yang berada di tangannya ke arah dinding dengan kuat. Bagaimana bisa wanita itu berhubungan dengan musuhnya, bahkan Brandon adalah papa dari Herza yang selama ini menyembunyikan Sandra.

Biel menahan nafasnya dan menatap nanar ponselnya yang sudah berserakan itu. Ponselnya pecah! Biel sendiri tidak berani untuk marah atau bergerak sedikit pun jika bergerak sedikit saja untuk mengambil ponsel itu sudah dipastikan Biel akan menjadi sasaran pukulan Marco. Jadi Biel hanya akan menunggu Marco bisa tenang baru mengambil ponselnya.

Ini sudah biasa terjadi, dan Biel akan membeli baru dengan gaji yang diberikan oleh Marco. Dan bodohnya sudah tahu Marco sangat kasar, Biel masih saja percaya pada Marco dengan memberikan ponselnya.

"Sialan, bagaimana bisa Kia bisa berhubungan dengan pria itu." Mata Marco memerah, sangking geram dan benci yang ia rasa. Semua permasalahan yang dihadapi kali ini membuat Marco sangat geram.

"Tunggu saja." Marco tersenyum miring. Ini semua tidak bisa dibiarkan, tidak akan Marco biarkan Kia dan Herza bisa bertemu lagi setelah ini.

"Ada hubungan apa Herza dan Kia?" tanya Marco kepada Cia.

"Saya bersumpah tidak tahu," jawab Cia pelan.

"Cari tau semua informasi keluarga Herza. Dan bawa keluar dia."

"Baik Pak." Setelahnya Biel langsung pamit keluar sambil menyeret Cia agar ikut keluar.

Kilatan marah dari mata seorang pria di ruangannya terlihat dengan jelas. Marco menatap ke depan dengan pasangan sulit diartikan.

Marco benci dengan orang yang ikut campur dalam urusan kehidupannya, apalagi pria itu sudah berani terlalu jauh ikut campur dengan urusannya. Tanpa tahu kenapa Marco juga tidak suka saat Herza memberikan perhatian khusus pada Kia. Tentu saja ia menganggap itu semua sebagai perhatian khusus, terlihat saat bagaimana pria itu memberikan rumah. Lalu berusaha membuat Vina bisa bertemu dengan Kia.

Ada hubungan apa mereka?

***

Kia yang tertidur nyenyak sedikit terganggu dengan suara bising dari jendela kamarnya. Siapa yang mengetuk jendelanya pada tengah malam begini. Dan Kia juga semakin takut saat teringat mengapa orang di luar harus mengetuk jendela bukan pintu depan.

Tanpa bisa dicegah Kia langsung panik sendiri, ia yang tadinya masih menyipitkan matanya akibat mengantuk langsung membuka matanya lebar. Sebelumnya tidak ada yang mengetuk jendela jika sudah malam. Apa itu pencuri? Tapi tidak mungkin pencuri datang sambil mengetuk jendela. Apa hantu? Kia menggeleng, ia bukan anak kecil mana bisa berpikir seperti itu.

Dark Love Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang