"Otakmu bisa bersih nggak sehari? Nggak usah buat aneh-aneh, mana lagi sakit juga." Sebenarnya Kia tahu jika dari dulu Marco itu mesum, hanya saja sekarang terlihat sangat terang-terangan. Mungkin dari dulu Marco tidak menunjukkan karena Kia memang sering sekali duluan menyerahkan diri dan terkadang mengoda Marco.
Kia menarik tangan Marco agar menjauh dari area pribadinya. "Aku mau berbicara sesuatu." Marco terlihat tidak peduli dengan keinginan Kia yang ingin berbicara.
"Tapi sepertinya lebih baik besok saja." Kia menatap Marco dengan tatapan penuh arti sedangkan Marco yang sudah membuka matanya hanya menatap Kia dengan pandangan sayu.
Sebenarnya perut Marco juga sakit karena Kia terlalu keras menekan lukanya, tapi Marco terlalu malas untuk berteriak.
"Sekarang aja," jawab Marco yang juga penasaran dengan apa yang mau Kia bicarakan karena mereka juga sudah lama tidak bertemu dan selama dua bukan hanya sekali mereka berkomunikasi dan itu pun Marco duluan yang memulai. Masih teringat jelas bagaimana Kia yang terlalu sombong saat ia hubungi.
Setelah selesai membalut luka Marco menggunakan perban, Kia memperbaiki posisi tubuhnya yang awalnya duduk menyamping sekarang menghadap ke depan tepat ke arah wajah Marco yang terlihat seperti orang terkapar tidak berdaya dalam posisi tidur.
Kia memantapkan pertanyaan yang akan ia lontarkan. "Sandra kamu tahu kan?" tanya Kia sebelum Marco benar-benar dibawa ke alam mimpi.
"Dari mana kamu tahu nama itu?" Marco membuka matanya sambil menatap atas rumahnya dengan pandangan kosong. Ia mengalihkan tatapan matanya ke arah Kia yang terdiam saat melihat Marco yang terlihat tidak nyaman saat ia menyebut nama Sandra.
"Dari mana kamu tahu nama itu?" tanya Marco lagi.
"Besok akan aku jawab, malam ini tidur dulu." Entah kemana keberaniannya tadi, sebenarnya Kia memang maunya setelah Marco kembali langsung membicarakan hal ini. Tapi melihat respon Marco membuat Kia jantungan. Melihat bagaimana cara tatapan Marco dan cara bagaimana Marco bergerak sungguh membuat Kia sangat was-was.
"Aku mau jawabannya sekarang!" Marco sedikit membentak, Kia sendiri tersentak pelan karena Marco yang tiba-tiba mengeraskan suaranya.
"Aku tidak sengaja melihat nama Sandra di sebuah buka daftar-daftar wanita yang pernah bekerja di rumah ini."
Kia memang sempat mencari tahu dan menemukan foto Sandra, yang sedikit membuatnya terkejut, Marco dan Sandra memang terlihat berdiri berdampingan di foto itu. Ternyata Sandra pernah bekerja di rumah ini. Tapi sepertinya malam ini bukan waktu yang pas untuk langsung ke inti pembicaraan mereka.
"Kalau begitu pijat tubuhku." Marco menghela napas lelah mendengar jawaban Kia, berbeda dengan pikiran Kia saat ini.
Marco berpikir jika Kia cemburu berlebihan hanya karena foto itu dan akan bertanya banyak hal seperti yang wanita itu lakukan biasanya. Kia dari dulu memang pencemburu parah, saat ia dekat dengan teman biasa saja Kia bahkan marah-marah tidak jelas.
"Tidak mau." Kia menatap benci ke arah Marco, sudah bersikap buruk sekarang seberani itu menyuruhnya.
"Biasa kamu mau, harus mau!" Lagi-lagi dengan wajah serius pria itu membuat Kia terpaksa Kia memijat bahu dan tangan Marco yang dulu memang sering ia lakukan secara rutin saat Marco pulang kerja dan memang selalu Kia lakukan tanpa disuruh dan baru lima belas menit saja Kia ikut tertidur di samping Marco.
Rasa tidak nyaman akibat goyangan di bahunya membuat Kia langsung membuka matanya dengan lebar.
Kia merasa gerah, ternyata ia berkeringat, membasahi seluruh tubuhnya. Mimpi yang ia alami tadi terasa sangat nyata, bahkan rasa ketakutan saat mimpi itu kasih bisa dirasakan oleh Kia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dark Love
RomanceSebuah pernikahan yang menyiksa bagi Kia, ia harus menikahi pria paling mengerikan yang pernah ia jumpai. Marco benar-benar pria yang tidak ada belas kasihan, dia bisa membunuh istrinya sendiri demi keinginannya sendiri, hal yang paling menyakitkan...
